Selasa, 05 Februari 2008

[beasiswa] [OOT] lomba mading_ tingkat SMA

Indonesian Student Association for International Studies
(ISAFIS)

Presents

MULTICULTURAL EXPO
27-28 February 2008
Pusat Studi Jepang-Universitas Indonesia-Depok

menyelenggarakan:
Kompetisi Majalah Dinding (MADING) untuk siswa SMA se- JaBoDeTaBek

Dengan Tema: Menonjolkan budaya dan ciri khas suatu Negara dengan kreativitasmu sendiri
Hadiah Trophy, Uang dan
Produk


Kriteria Mading:
ü 1 kelompok terdiri dari 2-4 siswa
ü Bahasa Indonesia
ü Format bebas (2 atau 3 Dimensi)
ü Tidak mengandung unsur SARA

Pilihan Negara (akan ditentukan saat technical meeting):
Indonesia, Jepang, India, Australia, Mesir, Afrika Selatan, Yunani, Inggris, Brazil, USA.
Biaya Pendaftaran : Rp.30.000,-
Batas akhir pendaftaran : 12 Februari 2008

CP: Nidya (0856 181 60 90)

Ayo….ikutan!!!Peserta Terbatas lho…


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[beasiswa] [OOT] Essay Competition, untuk mahasiswa

Indonesian Student Association for International Studies (ISAFIS)
Presents
MULTICULTURAL EXPO
27-28 February 2008
Pusat Studi Jepang- Universitas Indonesia- Depok

This Event consists:
Essay Competition for College Students
from various Universities in JaBoDeTaBek

You may participate in this competition

1st Winner will get Two Weeks Free Round Trip Jakarta-Yogjakarta-Bali-Jakarta with ISAFIS and foreign college students in International Week 2008 that will be held on August 2008

Essay must implicitly suggest the peace on Earth with optional themes below:
A. Palestine – Israel
B. Malaysia – Indonesia
C. USA – Kyoto Protocol

Criteria:
- Essay must be written in English
- 1000-1200 words
- Times New Roman, Font 12, Space 1
- Top and left margin 4, Right and bottom margin 3

Registration Fee : Rp. 15.000 (including certificate)
Deadline : 15 February 2008

Send your essay with your identity (name, phone number, major, batch, and university) to atsafat@yahoo.com

If you have any queries or questions, please feel free to contact:
Avina (021) 934 90 158 or Rila (0856 97 90 64 00)


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[psikologi_transformatif] prof. faurisson ditahan polisi..

dari salah satu web site islam...

Profesor Faurisson ditahan Polisi Perancis Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Selasa, 29 Januari 2008
Robert Faurisson, seorang sejarawan revisionis yang menolak keberadaan holocaust, pada 24 Januari, dilaporkan ditahan polisi kota Vichy, Perancis pusat, untuk dimintai keterangan sementara kediaman sang profesor digeledah.
Pada Desember 2006, Presiden Perancis saat itu, Jacques Chirac menyerukan investigasi atas partisipasi Faurisson dalam konferensi holocaust di Tehran, Iran.
Profesor Faurisson, seorang pakar dalam bidang literatur, sejarah, dan media, di Inggris mengungkapkan hasil risetnya selama ini mengenai holocaust. Penelitiannya berjudul "The Victories of Revisionism". Di dalamnya, dia tidak menyembunyikan keyakinannya bahwa semakin para sejarawan revisionis mendapatkan tempat, terutama di internet, maka semakin besar pula risiko represi yang akan mereka hadapi: pertama dari media dan kemudian di tangan polisi dan hukum.
Setelah seruan Chirac, pada April 2007, Letnan polisi Severine Besse ditugaskan ke Vichy untuk menginterogasi Faurisson. Namun, sang professor menolak menjawab setiap pertanyaan dan hanya memberikan pernyataan tertulis, "Saya menolak untuk berkolaborasi dengan polisi dan sistem hukum Perancis dalam merepresi revisionisme sejarah."
Faurisson menghadapi setidaknya dua tuduhan utama. Pertama, tuduhan telah "ikut serta dalam kejahatan atas kemanusiaan" karena terlibat secara langsung dalam konferensi holocaust di Iran (di bawah undang-undang Fabius-Gayssot 1990). Kedua, tuduhan telah menyebarkan pernyataan kebencian yang diajukan lembaga advokasi anti-Semitisme LICRA (Ligue internationale contre le racisme et l'antisÈmitisme).
Ditahannya professor Faurisson menambah panjang daftar sejarawan revisionis yang dipenjarakan karena aktivitas intelektual mereka di seantero Eropa, di antaranya Austria dan Jerman, seperti Ernst Zundel, Germar Rudolf, Wolfgang Frohlich, Gerd Honsik, dan si "Joan of Arc" dari Jerman, Sylvia Stolz.
Selama enam puluh tahun terakhir, para sejarawan revisionis telah membayar kedamaian, kesehatan, kemerdekaan, dan bahkan hidup mereka demi membela kebebasan berpikir, kebebasan meneliti (dalam bidang sejarah, kebebasan ini tidaklah mengenal batas), dan akhirnya, kebebasan berekspresi.

sumber : http://www.adelaideinstitute.org/Dissenters1/Faurisson/24January2008.htm


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

All-Bran

Day 10 Club

on Yahoo! Groups

Feel better with fiber.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] demitologi holocaust..

dari salah satu web site islam..

Demitologi Holocaust
Mohammad Subhi Ibrahim
Peneliti Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Universitas Paramadina, Dosen FE UHAMKA Jakarta

Konferensi bertema Review of the Holocaust: Global Vision di Teheran, , menuai kecaman dari Jerman, , dan Amerika Serikat. Kecaman tersebut dapat dipahami sebab penyangkalan holocaust sebagai fakta sejarah akan melukai hati orang-orang yang selamat dari "neraka" holocaust, dan keluarga korban tentunya.
Namun, menurut Rasul Mousavi, Ketua Institut Studi Politik dan Internasional Kementerian Luar Negeri Iran selaku penyelenggara, konferensi itu tidak dalam konteks pembuktian kebenaran peristiwa holocaust, tapi lebih dalam konteks pemberian ruang kebebasan bagi siapa pun yang memiliki pandangan berbeda tentang holocaust. Di Eropa, holocaust adalah masalah yang tidak bisa dibahas secara bebas. Beberapa orang pernah dijatuhi hukuman karena mempersoalkan holocaust. David Irving, seorang ahli sejarah revisionis Inggris, dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun oleh pengadilan Vienna karena menyatakan jumlah korban pembantaian masal dibesar-besarkan.
Robert Faurisson, seorang peneliti Prancis, pernah dijatuhi penangguhan hukuman selama tiga bulan di Prancis pada Oktober 2006 karena menyangkal adanya kamar gas dalam holocaust. Lalu, Fredrick Toeben, seorang Jerman kelahiran Australia, juga sempat dipenjara selama beberapa bulan dengan tuduhan memicu kebencian rasial di Jerman karena menyangkal skala pembantaian masal.
Anti-Semitisme Hitler
Wacana holocaust selalu dikaitkan dengan anti-semitisme yang telah ada ribuan tahun silam di Mesir saat rezim Firaun, lalu ketika Nebukadnezar menguasai Babilonia, dan pada masa imperium Romawi. Bahkan, di abad pertengahan, orangorang Kristen memperlakukan Yahudi dengan menyebut mereka sebagai pengkhianat Kristus. Di abad ke-19, Yahudi disingkirkan dari Eropa karena dipandang gagal berfungsi sebagai perantara kelas elite dan kelas miskin, kaum terpelajar yang dekaden, kelompok bisnis eksploitatif, agen konspirator, dan tukang sogok pejabat pemerintahan.
Di mana pun Yahudi berada, mereka dianggap tidak memiliki nasionalisme karena mempunyai sindrom untuk membesarkan bangsanya sendiri. Puncak anti-semitisme adalah saat Adolf Hitler berkuasa. Selain masalah ras, Hitler memiliki alasan mengapa ia membenci Yahudi. Alasan itu––seperti dikutip David Cooperman dan Walter dalam Power and Civilizations, Political Thought in the Twentieth Century––adalah pengkhianatan Yahudi dalam Perang Dunia (PD) I. Menurut Hitler, Yahudi berkomplot dengan musuh-musuh Jerman yang membuat Jerman kalah dalam PD I. Dengan alasan itu, Yahudi tidak punya hak untuk menjadi warga negara Jerman.
Menurut Hitler, di mana pun bangsa Yahudi bermukim, mereka mempertontonkan kebohongan kolosal bahwa mereka berjuang untuk bangsa yang didiaminya. Padahal, Yahudi selalu berjuang untuk bangsa mereka sendiri (Yahudi). Bagi Hitler, Yahudi adalah faktor negatif penghancur bangsa melalui dominasi ekonomi, penaklukan moral, etika, dan politik. Penaklukan ekonomi dilakukan via monopoli sumber-sumber ekonomi suatu bangsa, menguasai korporasi-korporasi besar serta sistem perbankan dan lainlainnya. Penaklukan moral dan etika dilakukan melalui ajaran-ajaran keagamaan dan etika yang dirumuskan oleh para filosof dan pemikir Yahudi.
Penaklukan politik dilakukan dengan cara propaganda prinsip-prinsip demokrasi. Demokrasi adalah musuh Jerman karena prinsipprinsipnya dirumuskan oleh Yahudi. Logikanya, menurut Hitler, demokrasi menekankan opini publik. Sedangkan opini publik tersebut tidak murni aspirasi rakyat. Opini publik adalah hasil bentukan media masa yang sebagian besar sahamnya dimiliki Yahudi. Yahudi menjadikan media masa sebagai instrumen untuk memenangkan kepentingan politiknya.
Logika Ahmadinejad
Berbeda dengan Hitler, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad berbicara tentang holocaust tidak dalam konteks antisemitisme tetapi lebih menekankan bahwa holocaust tidak boleh menjadi mitos yang haram untuk diteliti dan menjadi alasan pembenar bagi penindasan atas rakyat Palestina. Logika di balik ide Ahmadinejad adalah bahwa manusia tidak melihat dunia dengan mata telanjang.
Manusia memandang dunia dengan memakai bingkai pikir tertentu. Fungsi bingkai pikir persis seperti kacamata. Tembok yang berwarna putih akan tampak hitam bila kita memakai kacamata, dan tampak biru jika kita menggunakan kacamata biru. Di dalam pikiran setiap orang pasti memiliki bingkai pikir tersebut. Oleh sebab itu, satu peristiwa bisa memiliki makna yang berbeda tergantung bingkai pikir yang digunakan. Salah satu bentuk bingkai berpikir yang paling purba adalah mitos. Menurut Van Peursen, mitos adalah sebuah cerita yang memberikan pedoman, arah tertentu kepada sekelompok orang, baik dituturkan, ditarikan atau juga dipentaskan. Barat menjadikan holocaust sebagai mitos, sebuah bingkai pikir.
Artinya, holocaust dijadikan sebagai kacamata untuk melihat seluruh kenyataan, baik kenyataan politik, ekonomi, maupun budaya. Awalnya, holocaust hanyalah fakta tentang pembersihan Yahudi dari Jerman oleh Nazi pimpinan Adolf Hitler. Setelah Hitler jatuh dari tampuk kediktatorannya, holocaust menjadi cerita yang tabu diperdebatkan kebenarannya. Padahal, bila holocaust adalah fakta sejarah, maka selayaknya pintu pengkajian dan penelitian ilmiah tidak ditutup apalagi dikunci. Akhirnya, holocaust menjelma menjadi mitos yang digunakan untuk melihat realitas. Relasi Barat dan Yahudi pun dibaca dengan kacamata mitos holocaust. Akibatnya, muncul rasa bersalah terus-menerus dalam kesadaran masyarakat Jerman khususnya dan Eropa pada umumnya. Perasaan bersalah tersebut bersifat regulatif.
Artinya, perasaan bersalah itu menjadi faktor yang menuntun tindakan dan kebijakan Barat dalam relasinya dengan . Oleh sebab itu, tidak aneh bila pers Jerman misalnya, suka membesar-besarkan heroisme pasukan dalam perang melawan bangsa Arab dengan maksud seolah-olah mengecilkan kebangkitan Yahudi pasca holocaust—dan dengan demikian mengurangi bobot "dosa" bangsa Jerman atas Yahudi. Restu Barat atas berrdirinya negara pun bisa dibaca dalam konteks kompensasi rasa bersalah ini. Yang paling mengerikan dari mitos holocaust adalah penggunaannya sebagai alat pembenaran penindasan atas Palestina. Dalam bingkai mitos holocaust, pembunuhan warga Palestina oleh serdaduserdadu tidak seberapa dibandingkan penderitaan yang dialami oleh Yahudi di Jerman. Tampaknya, logika inilah yang mengantarkan Ahmadinejad berkata bahwa holocaust adalah mitos.
Membongkar Mitos
Harus diakui, tragedi holocaust pasti mengusik sisi kemanusiaan kita, termasuk Ahmadinejad. Holocaust adalah salah satu horor kemanusiaan dalam sejarah manusia modern yang menjadi mimpi buruk peradaban kita. Meskipun demikian, holocaust sebagai mitos wajib dibongkar. Sudah saatnya holocaust ditempatkan sebagai fakta sejarah yang terbuka untuk teliti secara ilmiah. Sebab, bila holocaust tetap berstatus sebagai mitos, maka dikhawatirkan tetap dijadikan sebagai alat pembenar kezaliman di tanah Palestina.(* )
(Dikutip dari Republika Online, Desember 2006


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Y! Messenger

Quick file sharing

Send up to 1GB of

files in an IM.

Check out the

Y! Groups blog

Stay up to speed

on all things Groups!

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Mari..mari....

kejahatan itu tak ada...uhm..aku ga setuju...
Kalo Tuhan tidak menciptakan kejahatan itu benar...
dalam egois masih tersimpan kebaikan...tapi kalo kebaikan dalam diri
menghilang maka hanya kejahatan yang ada.
Mudah2an kebaikan aku ga ilang2 kekekekeke....**geer

Sakit hati dan dendam juga bukan terorientasi pada nafsu dan sex saja,
aku ga setuju.
Dalam cerita atau fabel2 keagamaan banyak cerita mengenai sakit hati
dan dendam yang ternyata bukan karena nafsu dan sex :)
Banyak anak-anak yang merasa sakit hati terhadap orang tuanya saya
rasa itu juga bukan karena nafsu dan sex kekekeke...

Karena Cinta maka akan diberikannya yang terbaik, ini saya setuju bgt
:) kekekekeke...

Lalu om goen...pertanyaan saya, apa bagian dari cinta itu ?
setiap insan yang mencintai dengan tulus...itu artinya tanpa sakit
hati, lantas apa arti dari sakit hati itu ?
apa cinta itu hanya lah "cinta" ?
Dan apakah yang kita bahas ini "cinta Tuhan" atau "cinta eros dan amor
yang ada pada manusia" ? biar jgn aku salah nyambung gitu kekekekeke

Salam Kasih
Selly

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "goenardjoadi"
<goenardjoadi@...> wrote:
>
> kejahatan itu gak ada, yang ada adalah kebaikan yang sedikit,
> kejahatan itu hanyalah karena seseorang terlalu egois saja.
>
> sama dengan cinta, cinta itu gak ada yang dendam, sakit hati, cinta
> ada yang sedikit ada yang banyak. kalau dia cinta, maka dia akan
> sepenuhnya memberi yang terbaik. kalau jadi sakit hati & dendam itu
> hanya karena nafsu sex saja.
>
> salam,
> goen
>
>
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "Selly"
> <nira.selly@> wrote:
> >
> > Wadoo...om goen kekekekeke...mari scroll ke bawah sedikit...
> >
> > Hukuman bukan lah emosi dari Tuhan, tetapi buah
> > > perbuatan
> > > > > dari
> > > > > > manusia itu sendiri.
> > yang bilang Tuhan menghukum siapa toh om ? kekekeke...coba dicek
> lagi
> > kebawah siapa yang bilang :D dan siapa yang bilang Tuhan pemarah
> dan
> > cemburu kekekekeke....:D
> > Ntar baru aku jawab masalah kejahatannya :D kekekeke..
> > eit jangan ngambek dunk, jawab deh jawab....
> > kejahatan ada om...kejahatan itu ada karena kebaikan menghilang :D
> > bener ga om ? kekekeke....
> >
> > Salam Kasih
> > Selly
> >
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "goenardjoadi"
> > <goenardjoadi@> wrote:
> > >
> > > lha kamu sudah pinter mendeskripsikan cinta Tuhan, masak sih
> Tuhan
> > > menghukum? lha piye?
> > >
> > > begini lho.... coba kamu jawab: apakah kejahatan itu ada?
> > >
> > > mengapa kejahatan itu ada?
> > >
> > > nanti lanjut ke arti cinta.
> > >
> > > cinta itu artinya memberi, ikhlas, berbuat kebaikan, lalu kok
> bisa
> > > menjadi dendam? sakit hati? nah, berarti itu mungkin cinta
> > > setengah mateng....
> > >
> > > salam,
> > > goen
> > >
> > >
> > >
> > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "Selly"
> > > <nira.selly@> wrote:
> > > >
> > > > Wadoo...sorry lama disambi nyuci n jemur dulu :D
> > > > mumpung libur jadi bersih bersih kekekeke :P
> > > >
> > > > Semua tergantung pribadi sendiri kekekeke... mungkin om goen
> ini
> > > > orangnya lemah lembut jadi takut liat kata kata itu kekekeke
> > > > Kalau cinta tanpa kesedihan n dll ya oke bgt dunk om goen, aku
> juga
> > > > mau agh...cinta forever no sakit hati no sedih...happy forever
> dah
> > > > pokoke...peace terus...(enak kali yak ?)
> > > >
> > > > Masa sih om masih jauh ? :( jadi sedih agh...hiks
> > > > eh tapi masih jauhan mana sama jakarta ke kutub om ? :D
> > > > kekekeke...
> > > >
> > > > Salam Kasih
> > > > Selly
> > > >
> > > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "goenardjoadi"
> > > > <goenardjoadi@> wrote:
> > > > >
> > > > > lho.... coba aja lihat...
> > > > >
> > > > > Tuhan tidaklah pemarah dan pencemburu
> > > > > Hukuman bukan lah emosi dari Tuhan
> > > > > membandel dan menentang Nya.
> > > > > cinta itu sendiri terdiri dari Sayang, Suka, Manja, Sakit
> Hati,
> > > > > Cemburu, Marah, Sedih, Bahagia, Dendam.
> > > > >
> > > > >
> > > > > lihat bedanya? cinta kok dendam? marah? sakit hati? sadis
> > > > > banget...... hehhehehhe
> > > > >
> > > > > "syukurlah gw sudah sampai pada tahap pengendalian ego dan
> > > pikiran.
> > > > > Sampai hari ini gw bersyukur mampu menanggalkan emosi dalam
> > > diri,"
> > > > >
> > > > >
> > > > > masih jauh mbak......
> > > > >
> > > > > salam,
> > > > > goen
> > > > >
> > > > >
> > > > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "Selly"
> > > > > <nira.selly@> wrote:
> > > > > >
> > > > > > Aku yakin tidak ada emosi dalam Keagungan Sang Pencipta.
> > > > > > Tuhan tidaklah pemarah dan pencemburu, Tuhan Maha Pengasih
> dan
> > > Maha
> > > > > > Pemaaf. Hukuman bukan lah emosi dari Tuhan, tetapi buah
> > > perbuatan
> > > > > dari
> > > > > > manusia itu sendiri. Ujian juga bukan hukuman dari Tuhan
> > > karena
> > > > > emosi,
> > > > > > tetapi jalan agar manusia tersebut lebih kuat dan sabar
> > > menjalani
> > > > > > hidup di dunia.
> > > > > > Bukankah Tuhan telah begitu baik dan bijaksana, dengan
> > > > > memberitahukan
> > > > > > apa saja yang jangan dilakukan supaya terhindar dari
> hukuman
> > > itu ?
> > > > > > Dan bukankah telah banyak juga kita dengar bahwa Tuhan
> masih
> > > > > menjaga
> > > > > > kita dan membimbing manusia walau sudah membandel dan
> > > menentang
> > > > > Nya.
> > > > > >
> > > > > > Btw kalau "Berpaling dariNya" ini apakah maksud nya pindah
> > > Agama ?
> > > > > > Atau kah tidak mendengar ajaran Tuhan ? :D kalau ga denger
> > > ajaran
> > > > > > Tuhan gw da jawab diatas kekekeke....
> > > > > > Kalau masalah pindah agama agak sensitif untuk dijawab
> yah,
> > > karena
> > > > > > bisa2 ntar topiknya jadi SARA deh :D.
> > > > > >
> > > > > > Tapi kalau untuk gw pribadi semua agama itu baik. Tidak
> ada
> > > satu
> > > > > agama
> > > > > > pun yang mengajarkan manusia untuk menjadi jahat.
> > > > > >
> > > > > > Salam Kasih
> > > > > > Selly
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "bally_s9"
> > > > > > <bally_s9@> wrote:
> > > > > > >
> > > > > > > Benarkah tidak ada emosi dalam cinta Sang Khalik?
> > > > > > >
> > > > > > > Setauku, Tuhan itu pemarah dan pencemburu. Bahkan tak
> segan-
> > > > > segan Ia
> > > > > > > menghukum manusia yang berpaling dariNya. Bukankah itu
> juga
> > > > > emosi?
> > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > > > --- In
> psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "Nira.Selly"
> > > > > > > <nira.selly@> wrote:
> > > > > > > >
> > > > > > > > Ga salah juga sih, memang cinta itu ada yang berasal
> dari
> > > > > emosi juga
> > > > > > > > tapi yang gw pertanyakan adalah cinta seperti apakah
> yang
> > > > > berasal
> > > > > > > dari
> > > > > > > > emosi ? dan cinta seperti apakah yang gw maksud ?
> Mungkin
> > > lo
> > > > > bisa
> > > > > > > > sedikit menelaah what kind of love yg gw maksud.
> Apakah
> > > cinta
> > > > > Sang
> > > > > > > > Pencipta pada Kita juga terbuat dari emosi ? Gw yakin
> > > tidak
> > > > > ada
> > > > > > > emosi
> > > > > > > > didalam cinta Sang Khalik kepada Umatnya.
> > > > > > > > Dan gw juga setuju bahwa emosi itu manusiawi, dan
> selama
> > > tidak
> > > > > > > > berlebihan itu ga masalah. Tetapi permasalahan yang
> > > dibahas
> > > > > adalah
> > > > > > > > bagaimana seorang manusia mencapai tahap MULIA...
> > > > > > > > Banyak cara yang ditempuh seorang manusia utk mencapai
> > > MULIA,
> > > > > contoh
> > > > > > > > secara religi...dalam agama khatolik ada yg menjadi
> pastur
> > > atau
> > > > > > > > suster, mereka menjauhi kehidupan duniawi utk
> > > mengendalikan
> > > > > emosi
> > > > > > > dan
> > > > > > > > ego...hanya cinta dan pengabdian kepada sesama dan
> TUHAN,
> > > > > begitu
> > > > > > > juga
> > > > > > > > dengan Bikhu dari agama Budha...
> > > > > > > > Mungkin lo bisa dapat sedikit bayangan what kind of
> love
> > > yg gw
> > > > > > > maksud.
> > > > > > > >
> > > > > > > > Salam Kasih
> > > > > > > > Selly
> > > > > > > > --- In
> psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "bally_s9"
> > > > > > > > <bally_s9@> wrote:
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > Lho??? gue koq engga mudeng...
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > Dirimu bilang, "Dalam hidup ini kita dikendalikan
> oleh
> > > > > Cinta. Dan
> > > > > > > > > cinta itu sendiri terdiri dari Sayang, Suka, Manja,
> > > Sakit
> > > > > Hati,
> > > > > > > > > Cemburu, Marah, Sedih, Bahagia, Dendam."
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > Sederetan kata yang dirimu sebut sebagai bagian dari
> > > cinta
> > > > > itu
> > > > > > > kan
> > > > > > > > > berasal dari emosi???
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > Pokoke buat gue, emosi itu bersifat manusiawi...
> > > > > > > > > selama ia tidak berlebihan.
> > > > > > > > >
> > > > > > > > >
> > > > > > > > >
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > --- In
> > > psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "Nira.Selly"
> > > > > > > > > <nira.selly@> wrote:
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > Dear all of u,
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > Gw baru join di milist ini but anyway kompatiologi
> > > bukan
> > > > > hal
> > > > > > > baru
> > > > > > > > > bagi
> > > > > > > > > > gw.
> > > > > > > > > > Gw udah belajar ilmu ini sekitar 2 tahun yang
> lalu,
> > > > > mungkin
> > > > > > > saat itu
> > > > > > > > > > milist ini belum ada atau bahkan mungkin vincent
> pun
> > > belum
> > > > > > > selesai
> > > > > > > > > > mengkaji ilmu kompatiologi ini.
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > Setelah gw baca sekian kasus, sifat kompatilogi
> yang
> > > > > katanya
> > > > > > > > > subjective
> > > > > > > > > > tidak tercermin di milist ini.
> > > > > > > > > > Seperti opini dibawah gw ini semuanya bersifat
> > > monolog,
> > > > > satu
> > > > > > > arah.
> > > > > > > > > > Yang gw pelajari dulu segala hal itu tidak bisa
> bila
> > > > > didasari
> > > > > > > > > kebohongan
> > > > > > > > > > (bukan berarti gw menuduh salah satu diantara
> kalian
> > > ada
> > > > > yg
> > > > > > > > > berbohong,
> > > > > > > > > > tidak lho). Kejujuran bisa mendasari kebersihan
> hati
> > > > > seseorang
> > > > > > > yang
> > > > > > > > > mana
> > > > > > > > > > hati itu akan menjadi cermin dan jendela untuk
> kita
> > > bisa
> > > > > > > menentukan
> > > > > > > > > > sikap dari suatu kejadian.
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > Setiap kejadian atau pun musibah yg dialami
> memiliki
> > > link
> > > > > dengan
> > > > > > > > > > kejadian sebelum atau bahkan sesudah kejadian.
> > > > > > > > > > Guru gw selalu menekankan kejujuran dalam setiap
> > > > > komunikasi,
> > > > > > > > > sehingga
> > > > > > > > > > akhirnya bisa timbul yang disebut kepercayaan.
> > > > > > > > > > Disini vincent menurut gw masih sangat jauh
> mencapai
> > > taraf
> > > > > > > mulia,
> > > > > > > > > kenapa
> > > > > > > > > > ? Karena setelah gw banyak membaca sekian mail yg
> ada,
> > > > > vincent
> > > > > > > masih
> > > > > > > > > > dipengaruhi oleh emosi dan sikap kekanak2an.
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > Emosi hanya akan menhancurkan jiwa yang baik,
> emosi
> > > hanya
> > > > > > > meracuni
> > > > > > > > > jalan
> > > > > > > > > > hidup kita.
> > > > > > > > > > Secara teori mungkin vincent sudah paham benar
> tentang
> > > > > ilmu
> > > > > > > ini,
> > > > > > > > > tetapi
> > > > > > > > > > belum matang pada penerapannya.
> > > > > > > > > > Diatas emosi masih ada ego dan pikiran yang harus
> kita
> > > > > > > kendalikan,
> > > > > > > > > yang
> > > > > > > > > > mana ego dan pikiran akan mengacu kepada hal yang
> > > disebut
> > > > > > > > > penghargaan.
> > > > > > > > > > Dan akhirnya akan berujung pada ambisi.
> > > > > > > > > > Dan vincent menurut saya masih sangat tinggi
> egonya
> > > dan
> > > > > pikiran
> > > > > > > > > ingin
> > > > > > > > > > dihargai juga masih sangat tinggi.
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > Kalau kita masih berkutat dengan diri sendiri
> > > bagaimana
> > > > > kita
> > > > > > > bisa
> > > > > > > > > > menyatu dengan orang di sekitar ?
> > > > > > > > > > Kalau kita masih berkutat dengan manusia bagaimana
> > > kita
> > > > > bisa
> > > > > > > menyatu
> > > > > > > > > > dengan alam ?
> > > > > > > > > > Pernahkan semua yg membaca milist ini memahami
> arti
> > > > > kata "MAAF"
> > > > > > > yang
> > > > > > > > > > sesungguhnya ?
> > > > > > > > > > Setelah kita mampu memahami alam dan dunia,
> barulah
> > > tahap
> > > > > mulia
> > > > > > > itu
> > > > > > > > > akan
> > > > > > > > > > didapat. Dimana tidak lagi ada emosi bermain,
> tidak
> > > ada
> > > > > ego yang
> > > > > > > > > > berpihak maka pengharapan atas penghargaan pun
> akan
> > > > > berubah
> > > > > > > menjadi
> > > > > > > > > > sikap yang tulus.
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > Vincent, gw ga bermaksud untuk menghakimi siapa
> pun
> > > dan
> > > > > tidak
> > > > > > > juga
> > > > > > > > > lo
> > > > > > > > > > vincent.
> > > > > > > > > > Gw pun hingga hari ini masih belajar sama guru gw.
> Dan
> > > > > > > > > sepenglihatan gw,
> > > > > > > > > > syukurlah gw sudah sampai pada tahap pengendalian
> ego
> > > dan
> > > > > > > pikiran.
> > > > > > > > > > Sampai hari ini gw bersyukur mampu menanggalkan
> emosi
> > > > > dalam
> > > > > > > diri,
> > > > > > > > > > berusaha bijaksana pada siapa pun disekitar gw.
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > Dalam hidup ini kita dikendalikan oleh Cinta. Dan
> > > cinta
> > > > > itu
> > > > > > > sendiri
> > > > > > > > > > terdiri dari Sayang, Suka, Manja, Sakit Hati,
> Cemburu,
> > > > > Marah,
> > > > > > > Sedih,
> > > > > > > > > > Bahagia, Dendam.
> > > > > > > > > > Yang mungkin perlu kita renungkan bersama,
> bagaimana
> > > kita
> > > > > mampu
> > > > > > > > > > menjalani hidup ini dengan semua bagian dari cinta
> > > dengan
> > > > > tetap
> > > > > > > > > > mengartikannya sebagai cinta ?
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > Kawan kawan pernahkan terlintas dalam benak
> kalian,
> > > bahwa
> > > > > > > seseorang
> > > > > > > > > yg
> > > > > > > > > > mampu membaca "sesuatu" harus lah didasari dengan
> jiwa
> > > dan
> > > > > hati
> > > > > > > yang
> > > > > > > > > > bersih ?
> > > > > > > > > > Dan kalau kita membahas TUHAN, pernahkah kalian
> > > mendengar
> > > > > TUHAN
> > > > > > > > > > menhakimi umatnya ?
> > > > > > > > > > pernahkah TUHAN menyudutkan umatnya ?
> > > > > > > > > > dan pernahkah TUHAN mengedepankan KEINGINAN NYA
> > > daripada
> > > > > > > keperluan
> > > > > > > > > kita
> > > > > > > > > > ?
> > > > > > > > > > pernahkah TUHAN memaki umatnya ?
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > Gw rasa ga perlu jawaban dr pertanyaan gw ttg
> TUHAN,
> > > kita
> > > > > pasti
> > > > > > > bisa
> > > > > > > > > > menjawabnya dalam nurani kita sendiri.
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > Salam kasih
> > > > > > > > > > Semoga semua mahluk dibumi dapat hidup saling
> > > mengasihi.
> > > > > > > > > > Selly.
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > --- In
> > > psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "gotholoco"
> > > > > > > > > > <gotholoco@> wrote:
> > > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > > Dari membaca tulisan dibalik tulisan, gaya
> bahasa
> > > serta
> > > > > isi,
> > > > > > > para
> > > > > > > > > > > kompatiolog umumnya menjadi orang-orang monolog,
> > > dialog
> > > > > hanya
> > > > > > > > > searah,
> > > > > > > > > > > dari dirinya saja yang inginnya didengar. Entah
> > > mengapa
> > > > > jadi
> > > > > > > > > begini.
> > > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > > Baik dari pendiri maupun pengikut-pengikutnya.
> > > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > > Menurut hemat saya, dekontolog itu salah sasaran
> > > (dalam
> > > > > > > > > ajarannya), ia
> > > > > > > > > > > mencari api (panasnya) bukan mencari cahayanya
> atau
> > > > > terangnya.
> > > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > > Boleh jadi lama-lama kalau tidak tertolong bisa
> > > > > > > menjadi "killed by
> > > > > > > > > > > myself" atau "suicide" bukan "to killed or to
> be
> > > > > killed".
> > > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > > > luluk megister (1/18/2008 12:28:19 PM): Tuhan
> g
> > > mau
> > > > > > > dengerin
> > > > > > > > > apa2
> > > > > > > > > > > > vcl (1/18/2008 12:29:28 PM): kalau nga ada
> input
> > > > > audifax
> > > > > > > maka
> > > > > > > > > nga
> > > > > > > > > > ada
> > > > > > > > > > > > perang ini
> > > > > > > > > > > > luluk megister (1/18/2008 12:29:35 PM): Tuhan
> bkn
> > > > > jongos
> > > > > > > siapa2
> > > > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > >
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > >
> > > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > >
> > > > >
> > > >
> > >
> >
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

Instant hello

Chat over IM with

group members.

Get in Shape

on Yahoo! Groups

Find a buddy

and lose weight.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] pandangan dunia islam..

dari salah satu web site islam..

PANDANGAN DUNIA ISLAM

(Oleh : Ust. Abdullah Assegaf)
 
"Ketahuilah wahai anak-Ku, bahwa engkau diciptakan untuk akhirat bukan  untuk dunia. Engkau dilahirkan untuk mati dan tidak untuk hidup selama-lamanya, keberadaanmu didunia hanyalah untuk sementara… Jika engkau tertangkap oleh kematian dalam keadaan lengah, niscaya malapetaka abadilah bagimu."
"Oleh karena itu, wahai anak-Ku, ingatlah sementara tiga hal; kematian, awal perbuatan, kehidupan  sesudah mati. Dengan demikian engkau akan mengalami kehancuran, tempat dimana engkau sibuk  berbekal untuk akhirat. Kematian mengikutimu, engkau tak dapat melarikan diri darinya."
"Betapapun engkau  berusaha menghindarinya, cepat atau lambat ia akan menangkapmu. Karena itu berhatilah-hatilah jangan sampai ia menangkapmu sementara engkau sedang dalam keadaan lalai tanpa persiapan dan tiada lagi kesempatan bagimu untuk bertobat atas dosa dan kejahatan yang engkau lakukan, serta keburukan yang karenanya engkau senantiasa siap menghadapi kematian dan ia tak akan menangkapmu dalam keadaan lengah."
"Puteraku sayang, janganlah engkau terpesona dan tertipu oleh orang-orang yang tergila-gila dengan dunia dalam kehidupan yang penuh dengan segala kenikmatannya."
"Janganlah terpengaruh oleh mereka yang dengan kalap memperebutkan dunia ini untuk memiliki dan dimiliki. Allah Swt dengan penuh kasih sayang telah menjelaskan kepadamu segala sesuatu mengenai dunia ini, bahkan dunia ini pun telah menjelaskan sifat-sifat aslinya kepadamu."
"Dunia telah dengan jelas menunjukkan kepadamu kelemahan-kelemahan, kekurangan-kekurangan, keburukan-keburukan. Ingatlah, sesungguhnya ahli (pencinta) dunia ini bagaikan anjing-anjing yang menggonggong, dan binatang-binatang buas yang ganas yang saling memusuhi satu sama lain."
"Di antara mereka ada yang senantiasa menyalak kepada yang lainnya. Yang keras membantai yang  lemah, yang  besar memaksa yang kecil. Sebagian mereka bagaikan binatang ternak yang terikat, sedangkan yang lainnya bagaikan  biantang ternak yang terlepas, kehilangan kendali (akal) berlari ke arah yang tak ketahuan rimbanya." [1]
Setiap insan akan menghadapi kenyataan bahwa dirinya dilahirkan  ke dunia, kemudian hidup sementara di dalamnya, lantas dijemput kematian. Karena itu, sudah semestinya manusia memikirkan bagaimana seharusnya mereka mengisi masa  kehidupan di dunia ini sebagai   bekal bagi kehidupan sesudah mati.
Kenyataan lain yang dihadapi adalah manusia hidup bersama sebagai sebuah masyarakat dengan berbagai tingkat perbedaannya, baik material maupun spiritual Terdapat manusia yang mengisi  kehidupan di dunia hanya untuk dunia, dan ada pula yang mengisi kehidupan di dunia hanya untuk  akhiratnya. Berdasarkan perbedaan tersebut, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib menggambarkan adanya orang-orang yang berwatak laksana binatang buas yang ganas dan lapar, yang saling bermusuhan satu sama lain.
Ada yang bagaikan binatang ternak  yang terikat, dan pula ada yang terlepas, kehilangan kendali (akal), dan berlari entah ke mana tak tentu rimbanya. Adanya  kecintaan pada dunia  menjadikan manusia terikat  pada egonya. Kualitas keterikatan ini selaras dengan kadar besar kecilnya martabat cinta tersebut.
Adakalanya dalam menelusuri arung kehidupan ini, mereka  menghalalkan  segala cara. Misal, menyingkirkan selainnya dengan cara curang demi keuntungan pribadi, meskipun yang disingkirkan itu adalah orang yang paling dekat dengannya. Atau paling jauh ia hanya berjuang  demi keluarga atau bangsanya saja meski harus memusuhi selainnya. Alhasil, cukup banyak manusia di dunia ini yang hanya mementingkan hak dan kepentingan pribadi, keluarga, atau golongannya saja. Potret semacam ini tentu dapat kita  saksikan juga di bumi Indonesia tercinta ini.
Faktor yang dapat merusak manusia dan masyarakat bukan hanya hawa nafsu yang dijadikan tuhan. Masih ada faktor mendasar  lain yang menjadikan  skala kerusakan jauh lebih luas lagi. Yakni faktor sistem kehidupan (individual dan sosial) yang dibangun di atas landas-tumpu pandangan  dunia  dan ideologi yang keliru, atau yang mengakibatkan  masyarakat tidak mempedulikan pandangan dunia dan ideologi lurus yang seharusnya dianut.
Karenanya, masayarakat menjadi rentan "dimanfaatkan dan diperalat" pihak-pihak tertentu untuk tujuan-tujuan politik dengan  mendahulukan kepentingan  terciptanya kesejahteraan hewani ketimbang kesejahteraan manusiawi.
Dalam  tulisan  pendek ini, seraya memohon petunjuk Allah Swt, kami ingin  membicarakan masalah pandangan dunia dan  ideologi secara umum dengan harapan kita semua dapat  menyadari pentingnya permasalahan ini bagi setiap  manusia  dalam proses kehidupannya.
 
Pandangan Dunia dan Ideologi
Istilah pandangan dunia (world view) dan ideologi acapkali digunakan  dalam makna yang berdekatan. Termasuk dalam pengertian istilah pandangan dunia adalah kumpulan keyakinan dan  pandangan  yang sistematis tentang alam dan manusia.
Bahkan tentang wujud secara umum, termasuk ideologi, adalah pengertian tentang kumpulan pandangan universal dan sistematis seputar jalan dan cara hidup manusia.  Bertolak dari kedua makna di atas, maka dapat diketahui bahwa tatanan  dasar dari keyakinan seluruh agama adalah pandangan dunia, dan tatanan hukum-hukum dalam bentuknya yang umum  adalah ideologi.
Perlu ditegaskan bahwa pandangan dunia tidak  mewakili suatu keyakinan tertentu secara khusus, dan kata ideologi juga tidak mewakili secara hukum suatu aliran (pemikiran) tertentu. Dan adakalanya pula istilah ideologi digunakan dengan makna yang identik dengan istilah pandangan dunia.
 
 
Pandangan Dunia Ilahi dan Materi
Di antara manusia dapat ditemukan berbagai jenis pandangan dunia. Namun, secara umum kita dapat membaginya ke dalam dua kategori; keimanan kepada sesuatu yang berada di balik alam  konkret dan pengingkaran terhadapnya.
Alhasil, pandangan dunia dapat dibagi ke dalam dua jenis. Pertama, pandangan dunia ilahiah; yakni keyakinan tentang  adanya Tuhan. Keyakinan ini eksis sebagai agama yang meniscyakan adanya dikotomi; ketauhidan dan kesyirikan.
Adapun berkenaan dengan faktor penyebab munculnya beragam agama di tengah masyarakat manusia,  para ahli agama memiliki pandangan yang beragam. Adapun sekaitan dengan pandangan sunia Islam  yang dapat ditinjau dari pelbagai referensinya yang berkenaan dengannya adalah; bahwa  agama  ini lahir  bersamaan dengan lahirnya manusia.
Manusia yang  pertama kali menempati alam dunia ini adalah Adam as,  yang diyakini sebagai nabi  pertama yang mengajak pada  ketauhidan. Sedangkan agama-agama berbau kemusyrikan muncul dari penyelewengan  dan hawa  nafsu manusia, baik secara  perorangan maupun  komunal. Dan agama tauhid adalah agama sebenarnya yang datang dari langit, dengan didasari tiga keyakinan:
(1)   Keyakinan terhadap keesaan Tuhan.
(2)   Keyakinan terhadap kehidupan abadi manusia di hari akhirat serta adanya balasan terhadap segenap perbuatan manusia di dunia.
(3)   Keyakinan terhadap utusan Allah Swt untuk mengantarkan manusia kepada  hidayah kesempurnaan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
 
Kedua, pandangan dunia materi. Dulu kelompok yang menganut pandangan dunia ini disebut dengan (tabi'i atau dahry). Sedangkan  pada masa ini, mereka dikenal dengan sebutan kaum materialis (mabdi). Materialisme sebagai mazhab pemikiran yang dianut mereka memiliki banyak  varian. Yang paling masyhur pada zaman ini adalah Materialisme Dialektika, sebagaimana yang terkandung dalam mazhab filsafat Marxisme.
 
Menganut Pandangan Dunia
Sewaktu manusia berbicara tentang problema pandangan dunia dan pengenalan terhadap dasar-dasar agama, maka pertanyaan yang harus pertama kali disampaikan adalah:
a)      Apakah jalan yang harus ditempuh demi meluruskan pandangan dunia dan ideologi?
b)      Apakah jalan pengenalan itu?  Dan apakah juklak (petunjuki pelaksanaan) yang harus digunakan demi mencapai jalan pengenalan tersebut?
            Bidang yang membicarakan masalah di atas secara mendetail tercantum dalam pembahasan filsafat epistimologi, yang membahas tentang berbagai macam  makrifat manusia dan pendukungnya. Tetapi di sini, kami secara global akan menyebutkan empat bentuk pandangan:
 
1.         Pandangan dunia sains yang dirumuskan berdasarkan eksperimen yang bersifat pasti tetapi tidak dapat di gunakan untuk mengenali apapun yang akan datang.
2.         Pandangan dunia filsafat/akal yang diformulasikan lewat bangunan argumenasi, bersifat universal, serta meliputi masa lampau dan masa yang akan datang.
3.         Pandangan dunia agama yang diperoleh  lewat berita-berita yang diyakini dan  disyiarkan.
4.         Pandangan dunia syuhudi, diperoleh  lewat makrifat hudhur (pengetahuan yang diperoleh tanpa memerlukan perantara, dan kebenarannya  bersifat pasti).
 
Dalam hal ini, akal merupakan satu-satunya  jalan terbaik bagi kita dalam merumuskan dan menganut pandangan dunia. Ini mengingat karakteristiknya bersifat universal dan mencakup seluruh permasalahan yang menyangkut kebutuhan manusiawi.
Sedangkan pandangan dunia agama hanya dapat diyakini  apabila sebelumnya kita telah memiliki konsepsi akal tentangnya.
Pandangan dunia syuhudi merupakan pandangan dunia  yang bertumpu pada ilmu hudhuri  yang bersumber dari kekuatan dan kepekaan jiwa manusia. Ini dicapai lewat mujahadah  yang  tentunya tidak semua orang sulit mampu melakukannya. Dengan kata lain, hanya  orang-orang tertentu saja yang  mampu melakukannya.
Adapun pandangan dunia yang dilandasi sains (ilmu pengetahuan) tidak mencakup seluruh permasalahan manusiawi. Ia hanya berbicara tentang apa yang ada dan terjadi sekarang. Pendeknya, rumus pandangan dunia sains tidak mempersoalkan awal dan akhir perjalanan hidup manusia.
 
Akal sebagai Titik Kesempurnaan Manusia
"Orang berakal terasa dekat dalam pengasingannya, dan orang  bodoh akan merasa asing sekalipun berada dalam negerinya," demikian ungkapan bijak Imam Ali bin Abi Thalib.
Dunia merupakan tempat umat manusia berjuang demi meraih kebahagiaan hidupnya. Sebagai makhluk, manusia tak akan  terlepas  dari kejaran musibah dan kematian yang berlaku di dalamnya.
Manusia berbeda dengan makhluk lainnya. Faktor pembedanya adalah tuntutan akal yang menjadikan  manusia belajar dari contoh  kehidupan  manusia terdahulu demi merencanakan kehidupan di masa datang.
Berkenaan dengan bencana dan malapetaka, manusia bukan hanya menghindarinya, melainkan juga  akan menyusun rencana dan mengerahkan upayanya demi mencegahnya. Manusia tak hanya  mencari keuntungan pada hari ini. Melainkan juga akan menjadikan keuntungan yang diperoleh pada hari ini sebagai modal untuk mendulang keuntungan di hari esok.
Manusia juga  tidak hanya menyelamatkan diri dan anaknya saat rumahnya terbakar. Tetapi juga berusaha memadamkan api yang melahap rumah dan hartanya. Keistimewaan manusia terletak pada naluri keingintahuannya. Naluri ini bukan hanya  diorientasikan pada nilai-nilai material belaka. Melainkan lebih  dari sekadar itu. Dengan adanya naluri tersebut, manusia ingin tahu asal-usulnya, seraya mempertanyakan bagaimana mereka eksis di muka bumi ini, untuk tujuan apa, mengapa manusia atau makhluk hidup (biotik) lainnya harus mengalami kematian, bagaimana seharusnya mengisi kehidupan ini, serta bagaimana mencapai jalan keselamatan serta terhindar dari kesesatan.
Semakin kukuh dan komprehensif jawaban yang diperoleh atas  rangkaian pertanyaan di atas, semakin luas pula wawasan dan pemahaman manusia, yang pada gilirannya menjadikan bobot kemanusiaan dirinya semakin bernilai dan berkualitas.
 
Musuh Manusia adalah Dirinya Sendiri
Disebutkan dalam banyak ayat ataupun riwayat bahwa musuh utama  manusia adalah dirinya sendiri. Ini lantaran manusia bergerak dan beraktivitas sesuai dengan kehendaknya; bukan laksana robot yang diprogram sesuai dengan kehendak selainnya. Meskipun kehendak manusia banyak  dipengaruhi selainnya, namun keputusan akhirnya tetap saja bergantung pada kehendak manusia itu sendiri. Ciri khas perbuatan dengan satu kehendak adalah adanya tujuan dari kehendak tersebut.
Baik-buruknya suatu kehendak ditentukan oleh baik-buruknya tujuan  yang dipatoknya tersebut. Sehingga kadar baik dan buruknya amat ditentukan oleh lurus-tidaknya tujuan dan keberadaannya di alam kehidupan ini.
Dalam hal ini, perlu diperjelas mengapa dan untuk apa mereka hidup? Apa yang terjadi setelah  kematian?  Piciknya tujuan yang dicanangkan akan mengakibatkan manusia hidup dalam  dalam lingkup kegelapan yang menyesatkan. Lebih lagi, akan menjadikannya hidup tanpa memiliki kepastian apapun.
Allah Swt adalah wali bagi orang-orang yang beriman. Dia akan senantiasa mengeluarkan orang-orang yang beriman dari kepungan kegelapan menuju cahaya. Dan wali orang-orang kafir adalah thagut, yang mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kegelapan nan gulita. []
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


[1] Dikutip dari "Wasiat Imam Ali bin Abi Thalib".


Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Women of Curves

on Yahoo! Groups

A positive group

to discuss Curves.

.

__,_._,___