Sabtu, 08 Maret 2008

[psikologi_transformatif] Re: mengenai pemberian gelar profesor

1.profesor riset
2.eksperimen
3.lipi
4.sisdiknas

ada 4 kata2
hmmm... masih belum ada kata manusia

8 maret 2008

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Elang Kecil
<imeldyamike3ku@...> wrote:
>
> judul: Pemberian Gelar Profesor Harus Mengacu UU Sisdiknas
> diambil dari: suara pembaruan daily (cari dari google)
> yang ngambil: dyami kecil
> ditujukan untuk: anak2 only
>
>
>
> http://www.suarapembaruan.com/News/2006/03/25/Kesra/kes01.htm
> SUARA PEMBARUAN DAILY
>
> ---------------------------------
> Pemberian Gelar Profesor Harus Mengacu UU Sisdiknas JAKARTA -
Pemberian gelar profesor sebaiknya mengacu pada UU No 20/2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), bukannya mengacu pada surat
keputusan (SK) menteri. Lembaga apa pun harus taat pada UU, apalagi
secara yuridis, UU lebih tinggi dari pada SK menteri. Hal itu
dikemukakan anggota Komisi X DPR bidang pendidikan, Cypryanus Aoer
menjawab Pembaruan di Jakarta, Sabtu (25/3) menanggapi kontroversi
gelar profesor riset (Pembaruan, 24/3). Menurut anggota Fraksi Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDI-P) itu, seharusnya segala bentuk
peraturan yang dikeluarkan pemerintah, apakah berupa surat edaran,
surat keputusan atau pun peraturan pemerintah (PP) mengacu pada UU.
Cyprianus meminta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang
berpedoman pada SK Menneg PAN No 128/2004 menaati UU Sisdiknas.
Sebagai negara hukum kata Cyprianus, setiap lembaga harus taat pada
hukum yang lebih tinggi. Cyprianus belum
> memastikan, apakah SK Menneg PAN 128/2004 yang menjadi acuan
pemberian gelar profesor riset bagi peneliti tersebut melanggar UU
atau tidak, namun dia mengatakan, akan membahas hal ini di Komisi X
DPR. ''Mungkin setelah reses, kita akan bahas di nanti, ini masalah
serius, kata wakil rakyat dari Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.
Pemberian gelar guru besar atau profesor tersebut diatur dalam Pasal
23, UU No 20/2003 tentang Sisdiknas. Pasal 23 itu berbunyi sebagai
berikut: (1) Pada universitas, institut, dan sekolah tinggi dapat
diangkat guru besar atau profesor sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. (2) Sebutan guru besar atau profesor
hanya dipergunakan selama yang bersangkutan masih aktif bekerja
sebagai pendidik di perguruan tinggi. Minta Klarifikasi
Sementara itu, Kepala LIPI, Prof Umar Anggara Jenie, meminta
klarifikasi atas keberatan sejumlah kalangan terhadap pemberian
jabatan profesor riset dari lembaga yang dipimpinnya. Menurutnya pemberian
> gelar profesor riset kepada peneliti yang dinilai memiliki
kompetensi tinggi tidak bertentangan dengan peraturan yang ada.
"Saya bersedia untuk menjelaskan pemberian gelar itu, karena pemberian
gelar itu tidak menyalahi aturan apa-apa. Saya juga ingin tahu
keberatan mereka, karena saat pemberlakuan keputusan itu kami juga
mendapat dukungan dari Diknas," ujarnya kepada Pembaruan, Jumat
(24/3). Umar menyebutkan pemberian gelar profesor riset kepada
sejumlah peneliti telah melalui proses yang ketat seperti yang
dilakukan oleh lembaga perguruan tinggi. "Pada awalnya mereka yang
dipromosikan, diseleksi oleh lembaga penelitian yang bersangkutan,
kemudian diseleksi oleh Panitia Penilai Jabatan Peneliti Nasional
(PPJPN). Panitia ini merupakan perwakilan dari seluruh lembaga
penelitian di Indonesia, jadi standar yang diterapkan adalah standar
nasional," jelasnya. Sedangkan Rektor Universitas Diponegoro, Prof
Eko Budihardjo di tempat terpisah menegaskan, pemberian gelar
> profesor riset merisaukan kalangan akademis. "Mereka yang sudah
lama melakukan pengabdian di universitas saja sangat susah sekali
untuk mendapatkan gelar itu, sementara mereka yang berada di luar
dunia akademisi mudah sekali untuk mendapatkan profesor, ini kan tidak
baik," ujarnya. Eko juga menyebutkan bahwa pemberian gelar itu tidak
sesuai dengan UU No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas. Menurutnya untuk
menjadi seorang profesor harus menyelesaikan pendidikan strata tiga.
"Saat ini masih ada ribuan peneliti yang dengan mudah akan mendapatkan
gelar profesor itu tanpa harus mengajar atau menyelesaikan strata
tiga," jelasnya. Menurut Eko yang tergabung dalam Forum Rektor
Indonesia (FRI) pemerintah harus menyelesaikan masalah ini.
"Seharusnya Depdiknas dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN)
menyelesaikan masalah ini. Depdiknas mengatur tentang pemberian gelar
profesor di kalangan akademisi, sedangkan Menteri PAN mengeluarkan SK
tentang profesor riset itu," jelas
> Eko. "Kami sudah meminta Pak Bambang Sudibyo (Mendiknas) untuk
bertemu guna mengklarifikasi masalah ini," tambah Eko. Sementara
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas, Satryo Soemantri
Brodjonegoro, mengatakan peraturan tentang pemberian jabatan profesor
yang diatur dalam undang-undang berbeda dengan pemberian jabatan
profesor riset yang dilakukan LIPI. "Dari namanya saja sudah berbeda,
yang satu profesor, sedangkan yang satu lagi adalah profesor riset.
Ini dua hal yang berbeda dan aturannya berbeda," ujarnya. Peraturan
tentang pemberian gelar profesor atau guru besar dilakukan melalui UU
No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, sementara peraturan mengenai
profesor riset dilakukan melalui SK Menteri PAN. Menurut Satryo
pemberian gelar profesor riset adalah wewenang LIPI. "Sebenarnya
tidak perlu ada pertentangan mengenai hal itu, yang paling penting kan
karya dan pengabdian mereka kepada masyarakat. Hal ini tidka perlu
dibesar-besarkan," ujarnya. (M-15/K-11)
> ---------------------------------
> Last modified: 25/3/06
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
Search.
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

All-Bran

Day 10 Club

on Yahoo! Groups

Feel better with fiber.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: mengenai nasihat yang baik - untuk siapa saja

terimakasih sebelumnya bapak tuhantu
menurut saya, dyami, hal tersebut bukanlah sebuah hal yang remeh temeh
atau tetek bengek.
oke, soalan ide soalan lagu2 tradisional indonesianya asik juga tuh

terimakasih banyak dan ditunggu update-an biodatanya bapak!

salam, saya.

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "tuhantu_hantuhan"
<tuhantu_hantuhan@...> wrote:
>
>
> Sohab-sohib, ketimbang daku diajak ngurusin remeh-temeh...
> tetek-me...bengek;-) soal nama... Mendingan kalau ada diantara
> sohab-sohib sepadepokan punya lagu tradisional daerah masing-masing,
> mbok tolong dishare di sini <http://kopitalisme.ning.com/>
>
> Kalau bisa... Lagu daerah yg aku maksud adalah dgn corak music yg
> eksotik, bukan pop...Misalkan Gamelan dan Dengung Sunda... Juga kalau
> ada ´Return to Djogja´ (Syah´aban Yahya) thank you, buanget....
> Sekarang aku sudah punya koleksi dari Sunda dan dari Sumatra... Siapa
> tahu ada yg mau share? Please...
>
> Be fun
>
> TuHanTu
>
> http://hole-spirit.blogspot.com <http://hole-spirit.blogspot.com>
>
>
>
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "tuhantu_hantuhan"
> <tuhantu_hantuhan@> wrote:
> >
> >
> > name = symbol... why bother?...
> >
> > Be fun
> >
> > TuHanTu
> >
> > http://hole-spirit.blogspot.com <http://hole-spirit.blogspot.com>
> >
> >
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "dyamiku" dyamiku@
> > wrote:
> > >
> > > mas tuhantu
> > > mmm.... saya ada topik di milis ini soalan orang2 yang mengikuti
> milis
> > ini
> > > menurut saya gak ada salahnya kalau mas tuhantu isi juga
> > > ini topiknya:
> > > http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/39879
> > >
> > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "tuhantu_hantuhan"
> > > tuhantu_hantuhan@ wrote:
> > > >
> > > >
> > > > Quote: kamus tuhantu , banyak kosakata "humornya " End of quote.
> > > >
> > > > TuHanTu: Wakaka! Mas Edy tau ajah... Pengen share dikit tentang
> > > > *humor*...
> > > >
> > > > Humor terkadang sifatnya...gimanaaa gitu:) Misalkan humor tentang
> > > > -misalnya- dunia kedokteran, belum tentu lucu bagi lingkungan
> > profesi
> > > > lainnya.
> > > >
> > > > Hal lainnya, lagi humor yg ditulis seorang cowok, belum tentu
> > difahami
> > > > jika humor itu kemudian didengar atau dibaca seorang cewek...
> Disini
> > aku
> > > > punya *eksperimen*... (dalam rangka menakar darimana kira-kira
> > embryo
> > > > -so called- *fatalisme institusional* itu...) *eksperimen* ini aku
> > sebut
> > > > *minronguistika* (secara lokal) dan *linglungistika* (umum)
> > > >
> > > > *linglungistika* ini secara sederhana, demikian:
> > > >
> > > > Dua orang sedang berdiskusi, A & B. ... Si B mengemukakan suatu
> > > > pendapat, dan si A SANGAT SETUJU, atas pendapat si B tersebut.
> Untuk
> > > > mengekspressikan kesetujuannya, si A mengatakan * I can´t agree
> > more,
> > > > with you* ... Si B, jadi *linglung* kok tadinya si A setuju-setuju
> > aja,
> > > > tanpa angin badai tornado tiba-tiba si A beroposisi terhadap
> > > > pendapatnya?...
> > > >
> > > > Rupanya si B mengartikan *I can´t agree more with you* yg
> > diucapkan
> > > > oleh A, menjadi *saya tidak bisa setuju lagi sama kamu...* Nah,
> > lho...
> > > >
> > > > Eksperimen tentang *Linglungistika* ini saya sempat lakukan
> beberapa
> > > > waktu lalu, dengan tingkat yg sedikit kompleks, yakni melalui
> humor,
> > > > disebuah milis lokal... Dan, BETUL! *Linglungistika* ini bisa
> > terdeteksi
> > > > dari tanggapan yg masuk... PERSIS, bagaimana si B menginterpretasi
> > > > ekspressi si A di atas...
> > > >
> > > > Dalam eksperimen itu, saya memposting sebuah humor yang
> > -sesungguhnya-
> > > > ditulis oleh seorang wanita dimana latar belakang wanita pemilik
> > humor
> > > > ini sangat *feminist*... Saya lalu posting di milis yg saya tahu
> di
> > > > dalam milis tersebut terdapat anggotanya yg -let say- aktifis
> > kesetaraan
> > > > gender lokal-regional... Ketika saya menuliskan humor tersebut,
> saya
> > > > tidak memberitahukan bahwa penulis aslinya seorang wanita yg
> > *feminist*
> > > > 24 karat dari BARAT (Amerika) Negri, tempat dimana issu kesetaraan
> > > > gender di-TIUP-kan sejak 1920... Reaksi yg timbul dari para
> aktifis
> > > > kesetaraan gender lokal di milis itu: Sumpah serapah...
> Hahahaha...
> > > > Artinya, eksperimen *Linglungistika* tersebut, berhasil...
> > > >
> > > > Mungkin ada sohib yg bertanya, dimana hubungannya dengan
> *fatalisme
> > > > institusional*?... (saya melihat, bahwa jenis *fatalisme* ini juga
> > bisa
> > > > menjangkiti komunitas maya... )
> > > >
> > > > Be Fun
> > > >
> > > > TuHanTu
> > > >
> > > > http://hole-spirit.blogspot.com <http://hole-spirit.blogspot.com>
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "edy_pekalongan"
> > > > <edy_pekalongan@> wrote:
> > > > >
> > > > > pelajaran bahasa hari ini.
> > > > >
> > > > > NASI-HAT , terjemahnya mnrt kamus edy adalah .
> > > > > NASI : MAKANAN
> > > > > HAT : jaHAT ..
> > > > >
> > > > > nasihat artinya makanan untuk orang jahat.
> > > > >
> > > > > kalo NA-SEHAT , artinya
> > > > > NA : NAsi
> > > > > SEHAT : waras
> > > > >
> > > > > NASEHAT : makanan untuk orang yang waras pikirannya.
> > > > >
> > > > > jadi beda ya...
> > > > > antara NASI-hat (yang kamu tulis ) dan NA-SEHAT .
> > > > >
> > > > > sedikit informasi . anda bisa mendapatkan kamus katya anggota
> > milis
> > > > > ini ,antara lain :
> > > > > kamus gatholoco , banyak kosakata "erotisnya ".
> > > > > kamus tuhantu , banyak kosakata "humornya "
> > > > > kamus hendrik ,banyak kosakata " hahaha nya "
> > > > > sedangkan
> > > > > kamus al munjit ,itu koleksinya mbak lulu.
> > > > >
> > > > > salam,
> > > > > edy
> > > > > pekalongan
> > > > > ( hoby mengisi TTS : teka teki sinting )
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Elang Kecil
> > > > > imeldyamike3ku@ wrote:
> > > > > >
> > > > > > Sebuah nasihat yang baik sering dianggap tidak pas
> > > > > > oleh orang yang kurang memahami makna dari nasihat
> > > > > > tersebut. Diperlukan kearifan dari semua pihak untuk
> > > > > > bisa mengerti posisi masing-masing. Oleh karena
> > > > > > toleransi, introspeksi, dan fokus pada tujuan sangat
> > > > > > diharapkan demi kebaikan bersama
> > > > > > -obay subarna-
> > > > > >
> > > > > > diambil dari sini:
> > > > > >
> > > > >
> > > >
> > >
> >
>
http://www.purwakarta.go.id/forum.php?aksi=forum_isi&next_aksi=view&ID_U\
> \
> > \
> > > > =2&ID_K=246&sid=1-
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > >
> > > >
> > >
> >
>
__________________________________________________________\
> \
> > \
> > > > ____________
> > > > > > Looking for last minute shopping deals?
> > > > > > Find them fast with Yahoo! Search.
> > > > >
> > http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping
> > > > > >
> > > > >
> > > >
> > >
> >
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Popular Y! Groups

Is your group one?

Check it out and

see.

.

__,_._,___

[beasiswa] [Editorial] subject email harus diberi TAG [info], [butuh info] atau [OOT]

Dear all,

Tag butuh info perlu diberi [......] dan ditulis kata kuncinya yang
menjadi pokok subjek email. Tanpa kata kunci bagaimana milister lain
tahu apa yang diinginkan?

Subjek juga perlu diganti atau ditambah sedikit jika topiknya perlu
diganti.

Jika Anda mengirimkan info, beri TAG [info], jika butuh info beri TAG
[butuh info] atau mungkin [OOT] jika itu di luar keduanya, tetapi
terkait dengan seputar topik beasiswa. Mohon jangan sampai salah, ada
yang memerlukan info, tapi ditulis INFO. Ini "misleading" jadinya.

Tanpa TAG subjek, biasanya moderator melewati permintaan milister
sebab waktu kami tidak banyak untuk kegiatan moderasi. Harap maklum,
tanpa TAG, berarti moderator harus EDIT dan UPDATE, dan itu perlu
waktu. Bayangkan jika email yang masuk banyak sekali dan harus dibaca
satu persatu, akibatnya email bisa ditunda atau didelete.

Selain itu, kemungkinan pertanyaan/permintaan dianggap mendasar, yang
sesungguhnya dapat dicari sendiri dengan mesin pencari, maka email
demikian ini tidak diloloskan.

Email yang berisi iklan MLM atau pemberitahuan friendsetter PASTI
DIHAPUS, bahkan dihapus sebagai spam. Jika dihapus sebagai SPAM, email
Anda selanjutnya akan dimasukkan dalam SPAM. Kemungkinan
keanggotaannya juga di-ban. Akibatnya, Anda perlu subscribe lagi jika
masih ingin mendapatkan email. Mungkin Anda harus menggunakan email
account yang berbeda agar tidak diduga sebagai spammer. Harap maklum,
milis ini milis tentang beasiswa (email bersifat akademik masih bisa
diloloskan), jadi hanya email yang sesuai topik yang diloloskan.

Demi kepentingan bersama, mohon hal di atas diperhatikan dan dipatuhi.
Terima kasih.

Salam,
Moderator

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[beasiswa] [INFO] MIT to be tuition-free for families earning less than $75,000 a year

MIT to be tuition-free for families earning less than $75,000 a year

Nearly 30 percent of MIT students to have all tuition charges covered

March 7, 2008

The Massachusetts Institute of Technology (MIT) today announced its financial aid program
for 2008-2009. Increases in financial aid will make it possible for a larger fraction of MIT
students to have their tuition and fees completely covered.

Under the new plan, which will take effect in the 2008-2009 academic year:

Families earning less than $75,000 a year will have all tuition covered. For parents with
total annual income below $75,000 and typical assets, MIT will ensure that all tuition
charges are covered with an MIT scholarship, federal and state grants, and/or outside
scholarship funds. Nearly 30 percent of MIT students fall into this tuition-free category.
For families earning less than $75,000 a year, MIT will eliminate the student loan
expectation. MIT will no longer expect students from families with total annual income
below $75,000 and typical assets to take out loans to cover expenses beyond tuition.
Under this provision, for example, students in this income group who participate in MIT's
paid Undergraduate Research Opportunities Program (UROP) each semester would be able
to graduate debt-free.
For families earning less than $100,000, MIT will eliminate home equity in determining
their need. In determining the ability to pay for college, MIT will no longer consider home
equity for families with total annual income below $100,000 and typical assets. On
average, this will reduce parental contributions by $1,600. For families who rent, rather
than own a home, MIT will provide a comparable reduction in the expected parental
contribution.
MIT will reduce student work-study requirements for all financial aid recipients. During
the past decade, MIT has steadily lowered the amount it expects students to provide
through term-time work. MIT will take a further step in this direction by reducing the
work-study expectation for all financial aid recipients by an additional 10 percent.
The Institute has a long tradition of opening its doors to talented students from a full
range of economic backgrounds. For more than four decades, MIT has made its
undergraduate financial aid decisions by following a three-part financial aid philosophy.
"First, we are need-blind in admissions, meaning that we admit all undergraduates on the
basis of academic merit alone, without considering their ability to pay," said Dean for
Undergraduate Education Daniel Hastings. "Second, MIT meets the full demonstrated
financial need of all students we admit. Third, we award all our aid based on need alone;
MIT does not award any academic, athletic or other forms of merit scholarships."

Total financial aid budget is one of the highest per enrolled student in the nation.
Building on this commitment, MIT will increase its financial aid budget to $74 million.
MIT's total financial aid budget is one of the highest per enrolled student in the nation.
Sixty percent of MIT undergraduates receive scholarship aid from the Institute's internal
resources. Fully 90 percent of MIT undergraduates receive financial aid of some kind, from
a range of sources. While MIT focuses assistance on those with fewer resources, it also
provides aid to families with incomes well above $100,000 who demonstrate need--for
example, because they have more than one child in college at a time. In fact,
approximately 38 percent of our current MIT scholarship recipients come from families
earning more than $100,000.

Tuition and fees for the upcoming academic year will increase 4 percent to $36,390;
however, this figure represents less than half of what it costs MIT to educate an
undergraduate. As Hastings noted, "In a pattern MIT has followed for many years, we are
increasing funds available for financial aid this year at a far greater rate than the rise in
tuition." During the past decade, the net tuition for undergraduates--what students and
families pay after financial aid--has, on average, dropped by more than 15 percent when
adjusted for inflation.

"For those receiving an MIT scholarship, which is six out of every 10 MIT undergraduates,
net tuition is $8,100--an amount that approximates the in-state cost of many public
universities," Hastings added.

Tradition of ensuring access and affordability for those who need it most.
MIT has long taken an aggressive position on aid because its students demonstrate a
much higher level of need than students at peer institutions. More than 22 percent of MIT
undergraduates come from families with annual incomes less than $60,000 a year; 17
percent come from families with incomes under $45,000.

Two years ago, the Institute took a leadership role in the national debate on financial aid
when it became the first private university to match Federal Pell Grants, dollar for dollar,
effectively doubling this federal grant for the neediest students. Approximately 14 percent
of MIT undergraduates receive a Pell Grant, the largest federal grant program for
undergraduate education.

"We will continue our longstanding financial commitment to students and their families in
the years ahead," Hastings stated. "That we can welcome to our campus such
extraordinary students, regardless of their economic background, is due to our historic
dedication to need-based financial aid."

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[psikologi_transformatif] Mungkinkah Syiah dan Sunnah Bersatu?: Celaan Syiah Kepada Sahabat Nabi (5)

Mungkinkah Syiah dan Sunnah Bersatu?: Celaan Syiah Kepada Sahabat Nabi (5)


Kamis, 06 Desember 2007


Al Jibtu & At Thoghut: Abu Bakar & Umar

Oleh karena itulah kaum Syi'ah senantiasa mengutuk sahabat Abu Bakar, Umar dan Utsman radhiallahu 'anhum dan setiap orang yang menjadi penguasa dalam sejarah Islam selain sahabat Ali bin Abi Tholib radhiallahu 'anhu. Sungguh mereka telah berdusta atas nama Imam Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa, bahwa beliau telah membenarkan para pengikutnya menjuluki Abu Bakar dan Umar dengan sebutan "Al Jibtu & At Thoghut." (Al Jibtu dan At Thoghut ialah segala sesuatu yang disembah atau menjadikan manusia menyeleweng dari agama Allah. -pent).

Disebutkan dalam kitab Al Jarhu wa At Ta'dil (Al Jarhu wa At Ta'dil ialah salah satu disiplin ilmu hadits yang membahas tentang kredibilitas dan biografi para perawi hadits dan tarikh. -pent) terbesar dan terlengkap yang mereka miliki, yaitu buku "Tanqih Al Maqal Fi Ahwal Ar Rijaal" karya pemimpin sekte Ja'fariyyah Ayatullah Al Mamaqani, pada juz 1 hal: 207, edisi Pustaka Al Murtadhowiyyah, Najef tahun 1352 H ada suatu kisah yang dinukilkan oleh Syaikh besar Muhammad Idris Al Hilli pada akhir kitab "As Sara'ir" dari kitab "Masa'il Ar Rijal Wa Mukatabaatihim" kepada Maulana Abil Hasan Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa 'alaihissalaam dari sebagian pertanyaan Muhammad bin Ali bin 'Isa, ia berkata: Aku menulis surat kepadanya menanyakan perihal seseorang yang memusuhi keluarga Nabi, apakah ketika mengujinya diperlukan kepada hal-hal lain selain sikapnya yang lebih mendahulukan Al Jibtu & At Thoghut? Maksudnya ia mendahulukan dua orang pemimpin dan sekaligus dua sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan dua pembantu kepercayaan beliau, yaitu Abu Bakar dan Umar radhaiallahu 'anhuma. Kemudian jawabannya datang sebagai berikut: "Barang siapa yang meyakini hal ini, maka ia adalah seorang yang memusuhi keluarga Nabi." Maksudnya: cukup bagi seseorang untuk disebut sebagai orang yang memusuhi keluarga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bila ia mendahulukan Abu Bakar dan Umar (dibanding sahabat Ali bin Abi Tholib) dan meyakini keabsahan kepemimpinan mereka berdua.

Kata-kata "Al Jibtu" dan "At Thoghut" senantiasa digunakan oleh kaum Syi'ah dalam bacaan doa mereka yang disebut dengan "Doa Dua Berhala Quraisy". Yang mereka maksudkan dari dua berhala dan dari kata "Al Jibtu" dan "At Thoghut" ialah Abu Bakar dan Umar radhiallahu 'anhuma. Doa ini disebutkan dalam kitab mereka yang berjudul "Mafatihul Jinaan" hal: 114, kedudukan kitab ini bagaikan kitab "Dalaa'ilul Khairaat" yang telah menyebar luas di tengah-tengah berbagai negeri Islam. Bunyi doa ini sebagai berikut:

"Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan kutuklah dua berhala, dua sesembahan, dua tukang sihir Quraisy dan kedua anak wanita mereka berdua……"!! (*) Yang mereka maksud dengan kedua anak wanita mereka ialah Ummul Mukminin 'Aisyah dan Ummul Mukminin Hafshah semoga Allah meridhai mereka dan seluruh sahabat.

(*) Doa ini juga dimuat dalam buku "Tuhfatul Awam Maqbul" yang memuat tanda tangan Ayatullah Al Khumaini, Ayatullah Syariatmudari, Ayatullah Abul Qasim Al Khu'i, Sayyid Muhsin Al Hakim At Thobathoba'i……dll, padahal dari mereka itu terdapat orang-orang yang dikatakan moderat, di antaranya Ayatullah Al Khu'i dan Sayyid Muhsin Al Hakim.

-bersambung insya Allah-

***

Tingkat pembahasan: Lanjutan
Penulis: Syaikh Muhibbuddin Al Khatiib
Alih Bahasa: Ustadz Muhammad Arifin Badri

Update Terakhir ( Senin, 31 Desember 2007 )

------------------------
sumber > http://muslim.or.id/artikel-pilihan/manhaj/mungkinkah-syiah-dan-sunnah-bersatu-celaan-syiah-kepada-sahabat-nabi-5.html



__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Y! Messenger

Instant hello

Chat over IM with

group members.

John McEnroe

on Yahoo! Groups

Join him for the

10 Day Challenge.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] BAHAYA SYIAH KEPADA UMMAH

4.                BAHAYANYA KEPADA UMMAH

 

Kebanyakan orang Islam hari ini terdiri daripada orang-orang yang pengetahuannya tentang Islam terlalu mendatar. Merekalah yang akan menjadi mangsa yang ketara kepada ajaran Syiah kerana mengamalkan amalan yang langsung tidak ada kena mengenanya dengan ajaran Islam yang suci murni.

 

Merekalah yang akan memaki hamun pejuang-pejuang Islam yang lampau terdiri daripada para sahabat, tabi'in, tabii at-tabi'in yang telah begitu berjasa kepada mereka dan juga kepada umat Islam seluruhnya dengan membawa Islam dengan penuh rasa tanggungjawab, generasi demi generasi sehingga ke hari ini.

 

 

4.1.         Memecahbelahkan Ummah

 

4.1.1    Kehadiran Syiah akan memecahbelahkan umat Islam kerana menganggap golongan Ahli Sunnah yang berpegang dengan ajaran al-Quran dan as-Sunnah sebagai kafir dan lebih dasyat kekufurannya daripada iblis.

Syeikh Mufid berkata: "Golongan Imamiah sepakat bahawa semua pendokong-pendokong bidaah adalah kafir." (Awaailu al-Maqalat, Hal: 15).

Ibnu Babwaih al-Qummi yang dianggap sebagai Syeikh Shaduq (Syeikh yang sangat benar) berkata: "Orang yang tidak menerima (tidak mempercayai) Imam Ghaib adalah lebih kafir dari iblis." (Ikmalu ad-Din, Hal: 13)

 

4.1.2    Ahli Sunnah khususnya dan semua masyarakat Islam pada pandangan Syiah adalah anak zina kecuali mereka. Al-Kulaini meriwayatkan dalam al-Kafi bahawa manusia semuanya adalah anak zina kecuali Syiah kita." (Ar-Raudhah min al-Kafi, Hal: 135).

Riwayat yang sama dikemukakan juga oleh al-Majlisi di dalam al-Baiharu Al-Anwar, jilid 24 Hal: 311.

 

4.1.3    Ahli Sunnah lebih hina dari anjing di sisi Syiah. Mulla Baqir al-Majlisi menulis:

"Mereka (Nashibi atau ahli Sunnah) lebih jelik dari anak zina, sesungguhnya Allah tidak mencipta binatang yang lebih hina dari anjing tetapi Nashibi adalah lebih hina daripadanya lagi."

(Haqqu al-Yaqin, jilid 2 Hal: 536).

 

4.1.4    Golongan Syiah menganggap harta ahli Sunnah adalah halal, boleh dicuri dan boleh dirampas. Mereka hanya perlu mengeluarkan khumus daripada harta Ahli Sunnah yang dirampas itu. At-Thusi meriwayatkan dari Abi Abdillah, kata beliau: "Ambillah harta Nashibi di mana sahaja kamu temui dan keluarkanlah 1/5 daripada harta yang diambil itu kepada kami." (Tahzibu al-Ahkam, jilid 4 Hal: 122-123).

Tokoh-tokoh Syiah juga berpendapat bahawa harta Nashibi dan segala sesuatu yang dimilikinya adalah halal. (Tahzibu Al-Ahkam, jilid 2 Hal:48)

Perkara yang sama disebutkan juga oleh al-Hurrru al-Amili dalam kitabnya Wasailu as-Syiah, jilid 6 Hal: 340.

 

4.1.5    Golongan Syiah juga menganggap Ahli Sunnah najis. Khomeini berkata, "Ada Nawasib (Ahli Sunnah) dan Khawarij (semoga mereka dilaknat oleh Allah) adalah najis dan ini tidak terhenti kepada penafian mereka terhadap risalah." (Tahriru al-Wasilah, jilid 1 Hal: 118).

 

4.1.6    Sembelihan Ahli Sunnah tidak halal di sisi Syiah seperti kata Khomeini: "Halal sembelihan semua golongan-golongan dalam Islam kecuali sembelihan Nashibi walapun ia menyatakan Islamnya." (Ibid, jilid.2 Hal: 146).

Tidakkah ajaran-ajaran yang seperti ini akan memecahbelahkan umat Islam? Tidakkah fahaman-fahaman yang seperti ini akan menimbulkan permusuhan, suasana benci membenci dan menyimpan dendam kesumat yang berpanjangan di antara satu dengan yang lain?.

Tentu sekali! Inilah yang akan merupakan natijah dari kehadiran ajaran Syiah ke dalam masyarakat umat Islam.

 

4.2           Mempercayai perkara-perkara bidaah khurafat dan tahyul serta mengamalkannya.

4.2.1    Golongan Syiah menganggap Kufah adalah tanah haram. Bersembahyang dan berbuat kebajikan padanya pasti mendatangkan pahala yang besar.

Mereka meriwayatkan dari Abi Abdillah a.s. bahawa beliau berkata: "Sesungguhnya Mekah adalah Tanah Haram Allah dan Madinah adalah Tanah Haram Muhammad dan Kufah adalah tanah Haram Ali a.s. Sesungguhnya Ali a.s. mengharamkan di Kufah apa yang diharamkan oleh Ibrahim di Mekah dan apa yang diharamkan oleh Muhammad di Madinah." (Syeikh Abbas al-Qummi- Safinatu al-Bihar jilid 2 Halaman: 498 dan Mulla Mohsein al-Kasyani-al-Wafi, jilid 8 Halaman: 215).

Diriwayatkan dari Abi Abdillah bahawa beliau berkata: "Membelanjakan satu dirham di Kufah sama dengan membelanjakan 100 dirham di tempat lain dan mengerjakan dua rakaat sembahyang padanya dikira sama dengan mengerjakan 100 rakaat di tempat lain." (Ibid)

 

4.2.2    Tanah Karbala dianggap sebagai tanah yang suci. Tanahnya juga digunakan oleh orang-orang Syiah sebagai tempat sujud dimana-mana sahaja di dunia ini. Jarang sekali ditemui rumah Syiah yang tidak mempunyai tanah Karbala di dalam berbagai-bagai bentuknya. Mereka juga menganggap tanah Karbala itu boleh dimakan sebagai penawar yang boleh menghilangkan berbagai-bagai jenis penyakit.

Keutamaan yang seperti ini tidak dipercayai ada pada tanah-tanah yang lain termasuklah tanah kubur Rasulullah s.a.w. dan para Imam. yang lain. Khomeini berkata: "Dikecualikan daripada tanah (yang haram dimakan) tanah kubur penghulu kita Abi Abdillah al-Husain a.s. sebagai ubat dan tidak harus dimakan tanah ini dengan tanah lain dan tidak boleh juga dimakan lebih dari kadar kacang putih yang sederhana, tidak termasuk didalam hukum boleh memakan tanah ini, tanah kubur orang lain walaupun tanah kubur Nabi s.a.w. dan tanah kubur para Imam a.s. yang lain." (Tahriru al-Wasilah, jilid 2 Hal: 164).

 

4.2.3 Golongan Syiah juga merayakan hari-hari besar orang-orang Majusi dan menganggap sunat mandi pada hari itu.

Khomeini berkata: "Di antaranya (di antara mandi-mandi yang disunatkan itu) ialah mandi dua hariraya dan di antaranya lagi ialah mandi pada hari Nauruz." (Tahriru al-Wasilah, jilid 1 Hal: 98-99).

 

4.2.3    Mereka juga mengadakan hari perkabungan kerana kesyahidan Sayyidina Hussain di Karbala pada 10hb. Muharram di mana mereka melakukan bermacam-macam bidaah, khurafat dan kekufuran.

 

4.3            Keganasan Akan Berlaku Dikalangan Ummah.

 

4.3.1    Syiah menganggap orang-orang Islam dari kalangan Ahli Sunnah halal darahnya dan harus dibunuh terutama dengan cara yang tidak diketahui oleh sesiapapun. Diriwayatkan dari Daud bin Farqad katanya: "Aku berkata kepada Abi Abdillah a.s. apa katamu tentang membunuh Nashibi?" Beliau berkata: "Halal darahnya tetapi aku bimbangkan dirimu. Sekiranya engkau boleh merobohkan dinding ke atasnya atau engkau menenggelamkannya ke dalam air supaya tiada sesiapapun menyaksikan pembunuhan itu maka lakukanlah." (Ibn Babwaith Ilalu as-Syara' Hal: 200, Wasailu as-Syiah, jilid 18 Hal: 163, Biharu al-Anwar, jilid 27 Hal: 231).

At-Thusi mengemukakan satu cerita yang mengisahkan Abu al-Buhair telah membunuh 13 orang Islam kemudian datang bertemu Jaafar as-Sadiq dan menceritakan kepadanya cara-cara pembunuhannya namun Jaafar as-Sadiq tidak menyalahkannya. Abu Buhair menceritakan: "Di antara mereka ada yang aku naik ke atas rumahnya dengan menggunakan tangga kemudian membunuhnya. Ada juga di antara mereka yang aku panggil di muka pintunya pada waktu malam, apabila ia keluar aku terus membunuhnya. Ada juga antara mereka yang aku temaninya di dalam perjalanan bila sampai di tempat yang sunyi aku membunuhnya. Pembunuhan mereka itu tidak diketahui oleh sesiapa pun." (Rijal Kasyi, Hal: 343).

 

4.3.2    Sifat Imam Mahdi yang ditunggu oleh Syiah begitu ganas dan kejam sehingga kerjanya tidak lain selain dari membunuh dan menyembelih manusia, terutama bangsa Arab dan kalangan Ahli Sunnah.

 

Mereka menyatakan apabila muncul Imam Mahadi nanti orang-orang Syiah akan menghadapkan setiap nasibi di hadapan Imam Mahadi. Jika Nasibi itu mengakui Islam iaitu walayah, maka ia dibebaskan, jika tidak akan dipenggal lehernya atau ia bersedia membayar jizyah sebagai ahli Zimmi. (Biharu al-Anwar, jilid 52 Hal: 373, Tafsir Furat bin Ibrahim, Hal: 100).

Mereka mengatakan lagi bahawa pada ketika kemunculan Imam Mahadi nanti tiada layanan yang lain diberikan kepada orang Arab selain menyembelih mereka. (Kitab al-Ghaibah, Hal: 155, Biharu al-Anwar, jilid 52 Hal: 349).

                  

4.3.3    Imam Mahadi yang dinantikan kemunculannya itu yang mengikut kepercayaan ahli Sunnah akan memenuhi bumi dengan keadilan, setelah ianya dipenuhi dengan kezaliman, dianggap oleh Syiah sebagai orang yang akan merobohkan Kaabah dan akan memotong tangan dan kaki penjaga Tanah Haram.

 

Syeikh Mufid menyebutnya bahawa: "Apabila Imam Mahadi muncul dia akan merobohkan Masjidil Haram dan memotong tangan Bani Syaibah kemudian menggantungkannya di Kaabah serta ditulis kepadanya: "Mereka inilah pencuri-pencuri Kaabah."

(al-Irsyad Hal: 411, at-Thusi- Kitabu al-Ghaibah, Hal: 282)

 

4.4           Memusnahkan Imej Islam.

 

4.4.1    Islam yang suci murni dengan ajaran tauhidnya akan tercemar dengan kepercayaan syirik yang dibawa oleh Syiah atas nama satu golongan dari Islam, seperti yang telah kita kemukakan sebelum ini.

 

4.4.2    Dengan mengamalkan upacara-upacara seperti pada 10 Muharram yang sungguh memalukan setiap orang Islam, perbuatan-perbuatan yang ditunjukkan oleh golongan Syiah di awal bulan Muharram dan kemuncaknya pada 10 Muharram itu, tidak ada bezanya bagi orang-orang bukan Islam dengan upacara-upacara keugamaan Hindu seperti Thaipusam dan Kawadi atas upacara-upacara yang dilakukan oleh orang-orang jakun di Afrika.

 

4.4.3    Setiap orang Islam merasa sedih diatas kesyahidan Sayyidina Umar di tangan Abu Lu'luah yang beragama Majusi itu tetapi Syiah yang mendakwa dirinya Islam suka hati dengan tragedi itu bahkan mereka merayakan hari berlakunya tragedi pembunuhan ke atas Sayyidina Umar. Mereka gelarkan Abu Lu'luah dengan Baba Syuja'uddin sebagai menghargai keberaniannya. Ali bin Mudzahir al-Wasiti meriwayatkan dari Ahmad bin Ishaq (seorang tokoh Syiah di Qom dan dianggap telah mendapat kehormatan yang besar kerana bertemu dengan Imam Mahadi dan merupakan orang yang rapat dengan Imam Hassan al-Askari, Imam kesebelas Syiah) bahawa dia berkata: "Hari Kebangsaan, Hari Penghormatan, Hari Kelepasan Besar, Hari Berkat dan Hari Hiburan."

 

Sungguh ganjil ugama Islam yang dianuti oleh Syiah kerana kematian pejuang Islam disambut dengan keseronokan dan perayaan seperti yang dilakukan oleh orang-orang Majusi.

 

4.5.         Ajaran Syiah juga akhirnya akan mengakibatkan hilangnya keyakinan umat kepada agama itu sendiri apabila agama yang benar sudah tidak dipercayai lagi kerana pembawa-pembawanya yang sudah dianggap sebagai perosak, pengkhianat dan perampas hak Ali dan Ahlul Bait selain dari orang yang bertanggungjawab mengubah kandungan al-Quran dan memalsukan hadis-hadis.

 

Sementara ajaran Syiah yang dianuti ini pula akan membingungkan mereka lantaran penuh dengan kekarutan dan khurafat yang tidak mungkin dapat diterima oleh orang-orang yang mempunyai akal yang waras. Pada ketika itu mereka akan menganggap agama tidak lebih dari candu seperti yang dipercayai oleh orang-orang komunis.



-------------------

sumber > http://www.darulkautsar.com/pemurnianaqidah/syiah/bahayasyiah.htm#4.________________BAHAYANYA_KEPADA_UMMAH_



 

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

10 Day Club

on Yahoo! Groups

Share the benefits

of a high fiber diet.

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Mengapa Saya Keluar Dari Syiah?

Mengapa Saya Keluar Dari Syiah?



Ditulis oleh Pengendali Laman
  
Saturday, 25 August 2007

Judul Asal : Lillahi Tsumma Li at-Tharikh (Untuk Allah Kemudian Untuk Sejarah)
Judul Buku : Mengapa Saya Keluar Dari Syiah?
Penulis : Sayid Husain al-Musawi
Penerbit : CV. Pustaka al-Kautsar, Jakarta Timur,August 2002
Pengedar : Pustaka Indonesia, Wisma Yakin, Kuala Lumpur.

-------------------------------------------------------

Peristiwa di mana Ulama'-Ulama' besar Syi'ah keluar
dari aliran sesat ini memang sudah tidak asing lagi
malah ada di antara mereka yang disembelih dan
dicincang mayat mereka setelah mereka secara terbuka
bertaubat dari fahaman sesat lagi merbahaya ini.
Antara tokoh-tokoh Syi'ah yang bertaubat adalah
Ayatullah Uzhma Imam Sayid Abul Hassan al-Asfahani,
Sayid Ahmad al-Kasrawi, al-Allamah Sayid Musa al-Musawi,
Sayid Ahmad al-Katib, Abu al-Fadhl al-Burqui dan
lain-lain lagi.


Buku yang sedang diulas ini adalah
berkenaan dengan Sayid Hussain al-Musawi seorang
mujtahid dari alirang Syiah yang kemudiannya
mengumumkan secara terbuka bahawa beliau bertaubat
dari aliran sesat ar-Rafidhah ini dan beliau
mendetailkan bukti-bukti kesesatan Syi'ah yang diambil dari
kitab-kitab muktabar mereka sendiri.

Sayid Hussain al-Musawi dilahirkan di Karbala dan
mendapat pendidikan di kota ilmu (hauzah) di Najaf.
Beliau telah lulus dengan cemerlang di situ dan
dianugerahkan derajat Ijtihad oleh tokoh besar Ulama'
Syi'ah iaitu Sayid Muhammad Hussain Ali Kasyif
al-Ghita.

Selama masa beliau mendalami kitab-kitab Syi'ah ketika
pengajian beliau selalu menjadi bingung dengan
percanggahan yang begitu banyak terdapat dalam
kitab-kitab muktabar ajaran Syi'ah. Tapi beliau cuba
menyedapkan hati beliau dengan menyatakan kepada diri
beliau sendiri sebagai seorang yang buruk pemahaman
dan sedikit ilmu. Pernah beliau melontarkan keraguan
beliau kepada salah seorang tokoh di Hauzah dan tokoh
itu hanya menjawab "jauhkanlah keraguan itu dari
dirimu, kamu adalah pengikut Ahlul Bait AS, sedangkan ahlul
bait menerimanya (agama syiah) dari Muhammad SAW, dan
Muhammad SAW menerimanya dari Allah SWT." Beliau
merasa tenang sebentar namun perasaan berkecamuk
antara kebenaran dan kebathilan syiah sentiasa bermain
di jiwa beliau. Semakin mendalam pengajian beliau
semakin banyak permasalahan timbul dan semakin
bergelora perang batin dalam jiwa beliau. Setelah
tamat pengajian di Hauzah perang batin dalam jiwa
beliau berterusan.

Setelah lama merenung keadaan ini maka beliau
mengambil keputusan untuk melakukan kajian yang
komprehensif dan mengkaji ulang seluruh materi
pelajaran yang pernah beliau dapatkan. Beliau membaca
sebanyak mungkin referensi pegangan serta kitab-kitab
Syi'ah. Segala kebingungan atau percanggahan beliau
tuliskan dalam lembaran-lembaran kertas dan beliau
simpan semoga pada suatu hari Allah menetapkan satu
keputusan. Peristiwa al-Allamah Sayid Musa al-Musawi
dan Sayid Ahmad al-Katib dua tokoh besar Syi'ah yang
bertaubat dan kembali kepada Ahlus Sunnah Wal Jamaah
seolah-olah menjadi petunjuk bagi beliau bahawa
masanya juga sudah tiba untuk beliau mengistihar
keluar dari fahaman yang sesat ini. Beliau berpendapat
kini giliran beliau sudah tiba untuk menyatakan
kebenaran untuk menyelamatkan rakan-rakan beliau yang
telah tertipu. Bagi beliau sebagai seorang ulama adalah
tanggungjawab beliau untuk menjelaskan kebenaran
walaupun ianya sungguh pahit untuk ditelan.

Maka Sayid Hussain al-Musawi pun mengarang sebuah buku
yang membongkar kesesatan-kesesatan Syi'ah. Yang
menariknya tentang buku ini adalah beliau menggunakan
sumber Syi'ah sendiri untuk membongkarkan konspirasi
musuh-musih Islaam untuk melemahkan Islaam dari dalam
seperti musuh dalam selimut. Antara topik menarik yang
beliau kupaskan adalah seperti berikut :

a) Abdullah Ibnu Saba' satu individu fiktif/rekaan
yang dicipta oleh Ahlu Sunnah Wal Jamaah dalam rangka
untuk memburukkan Syi'ah. benarkah begitu? Apa kata
sumber Syi'ah sendiri mengenai Abdullah Ibnu Saba.

b) Kata-kata kecaman dari kalangan Ahlul Bait sendiri
terhadap Syi'ah. Beliau telah menurunkan kata-kata
kecaman dari Saidina Ali RA, Saidatina Fathimah RA,
Al-Hassan RA, al-Hussain RA dan Imam-Imam dari
kalangan Ahlul Bait terhadap Syi'ah. Benarkah Syi'ah
ini pembela Ahlul Bayt atau mereka sebenarnya
pemusnah/penghina Ahlul Bait? Kita lihat sendiri
Riwayat-riwayat syi'ah yang menghina Rasulullah SAW
dan Ahlul Baitnya. Apakah kaitan Syi'ah di Kufah
dengan tragedi pembunuhan Saidina Hussain RA?
Kesemuanya riwayat-riwayat tentang hal ini di ambil
dari sumber syi'ah sendiri!

c) Sayid Hussain al-Musawi juga membongkarkan
bagaimana Syi'ah menghalalkan perzinaan dengan
menggunakan Nikah Mut'ah, bagaimana perempuan
diperlakukan sebagai objek memuaskan hawa nafsu
atas nama Mut'ah. Sungguh menjijikan sekali.
Yang paling menggemparkan kisah Nikah Mut'ah
Ayatollah Khomeini al-Musawi dengan kanak-kanak
bawah umur dan apakah pandangan Ulama' syi'ah
akan hal ini? Bagaimana pula melakukan adengan
Homoseks dengan kanak-kanak lelaki yang masih belum
tumbuh janggutnya dan kumisnya. Beliau juga membawa
Riwayat dari Amirul Mukminin Saidina Ali RA yang
menyatakan bahawa Mut'ah telah diharamkan pada hari
Khaibar. Semua pendedahan ini diambil dari sumber
Syi'ah sendiri!

d) Bagaimana Harta Khumus (1/5 bahagian untuk Ahlul
Bayt) telah dipergunakan untuk kemewahan Ulama'-Ulama
Syi'ah.

e) Apakah pandangan mereka tentang al-Quraan? Adakah
al-Quraan yang ada pada kita hari ini lengkap?
Wujudkah al-Quraan yg lain selain dari apa yang kita baca hari
ini?

f) Apakah pandangan Syi'ah terhadap Ahlus Sunnah Wal
Jamaah. Siapakah yang berkata kalimah ini, "Mereka
(ASWJ) adalah orang-orang kafir yang najis berdasarkan
Ijma' ulama' Syi'ah Imamiyah. Mereka lebih jahat dari
Yahudi dan Nasrani."?

g) Pengaruh Yahudi, Majusi dan lain-lain dalam Syi'ah

h) al-Qaim (Imam Mahdi) menurut Riwayat Syi'ah yang
menyerupai watak Dajjal dan banyak lagi
perkara-perkara yang menggemparkan. Kesemuanya diambil
dari sumber rujukan Syi'ah sendiri.

Insya-Allah buku ini amat berguna sekali untuk mereka
yang telah terpengaruh dengan Mazhab Ahlul Bait /
Syi'ah di Malaysia ini dan juga untuk kita yang
mungkin akan didatangi oleh da'i-da'i Syi'ah. Syaikh
Mamduh Farhan al-Buhairi seoarang pakar tentang Aliran
syi'ah juga berkata sebagai kata Pengantar untuk buku
ini, "Ini (buku Lillahi Tsumma Li at-Tharikh) saya
kirimkan kepada orang-orang yang masih berbaik sangka kepada
Syi'ah dan yang menuntut agar menggauli mereka dengan
baik dan lemah lembut, akibat kebodohan mereka
terhadap al-Quraan dan sunnah Nabi SAW. Semoga mereka
diberi petunjuk oleh Allah dan mempelajari Islam lebih
dalam."

Selamat Membaca.

ABU IQBAL

----------------
Sumber > http://hafizfirdaus.com/content/view/68/54/

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Best of Y! Groups

Check out the best

of what Yahoo!

Groups has to offer.

.

__,_._,___