Sabtu, 18 Agustus 2007

[beasiswa] [sharing] Mewawancara Kandidat Beasiswa

Tulisan ini sebelumnya ditampilkan di blog saya
http://milisbeasiswa.wordpress.com . Saya berterima kasih sekali jika
Anda meninggalkan komentar Anda di blog tersebut.

=========================

Beberapa waktu lalu saya mendapat undangan untuk membantu proses
wawancara beberapa kandidat untuk beasiswa tertentu. Jumlah kandidat
yang akan diwawancarai tidak banyak, hanya tujuh orang. Mereka dipilih
berdasarkan formulir aplikasi yang telah mereka kirim sebelumnya.
Tentu saja, yang hadir untuk wawancara ini adalah orang-orang yang
dianggap paling memiliki potensi untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

Dari ketujuh orang yang hadir, satu orang bekerja di sektor swasta.
Satu orang bekerja sebagai volunteer di salah satu LSM. Sedangkan lima
orang yang lain bekerja sebagai dosen. Apakah ini berarti bahwa dosen
mempunyai kesempatan yang lebih tinggi untuk menerima beasiswa? Saya
tidak bisa memberikan jawaban yang pasti. Saya yakin setiap kali ada
kesempatan beasiswa yang dibuka, pemberi beasiswa akan menerima
beberapa orang dari sektor swasta, pegawai negeri, LSM, maupun dosen.
Sayangnya, saya tidak punya data jumlah surat lamaran yang masuk dari
setiap kategori tersebut. Jadi saya tidak bisa menghitung persentase
kemungkinan masuk dari setiap kategori tersebut.

Kembali ke masalah wawancara. Karena salah perhitungan, saya terlambat
cukup lama ke tempat wawancara diadakan. Jadi, sayang sekali, saya
tidak sempat mewawancara dua orang kandidat yang pertama. Saya hanya
sempata mewawancarai lima orang kandidat.

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul tidak berbeda dengan pertanyaan di
berbagai wawancara beasiswa yang pernah ditampilkan di blog ini.
Secara umum, pertanyaan tersebut berhubungan dengan:

* Latar belakang peserta (pendidikan sebelumnya, pengalaman kerja,
kegiatan waktu studi, dan berbagai aktivitas ekstra kurikuler).
* Studi yang ingin diambil dan apa yang ingin dicapai.
* Kenapa memilih negara tertentu untuk melakukan studi tersebut.
* Kegiatan yang dilakukan yang berhubungan dengan pengembangan
komunitas.
* Pengalaman beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Mudah ditebak, pertanyaan - pertanyaan ini tujuannya untuk melihat
motivasi dari peserta, dampak positif dari studi yang akan
dilakukannya, kepedulian sosial kandidat, serta kemampuan peserta
untuk hidup dalam lingkungan yang baru. Hal yang terakhir ini penting
mengingat kuliah di negara lain, dalam lingkungan budaya dan bahasa
yang asing, bisa mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menyelesaikan
pendidikannya. Saya kenal seseorang yang, sayangnya, setelah
mendapatkan beasiswa, tidak berhasil menyelesaikan studinya. Dan salah
satu alasannya adalah ketidakmampuannya untuk beradapatasi. Jadi tentu
saja hal tersebut penting.

Wawancara dilakukan oleh lima orang dengan komposisi dua orang
Indonesia dan tiga orang dari negara pemberi beasiswa. Saya pikir
hasil wawancara cukup objektif, karena para pewawancara memberikan
hasil yang hampir sama. Penilaian pewawancara yang satu tidak begitu
berbeda dengan yang lainnya.

Wawancara berlangsung sekitar setengah jam untuk semua peserta. Jadi
waktunya cukup singkat, sehingga semua orang yang diwawancara diminta
untuk memberikan jawaban yang singkat tapi padat untuk setiap
pertanyaan yang diajukan. Ini saya kira bisa memberikan satu tekanan
mental tersendiri buat peserta yang tidak siap. Tapi untuk peserta
yang lebih siap, semua pertanyaan ini sebenarnya tidaklah susah untuk
dijawab.

Di akhir proses wawancara, kami sempat berdiskusi tentang wawancara
yang baru dilakukan. Semuanya setuju bahwa penting sekali seorang
kandidat beasiswa untuk benar-benar mengetahui apa yang ingin
dikerjakannya dalam studi nanti. Jadi para peserta bukan hanya
diharapkan tahu universitas mana yang cocok untuk studi yang ingin
dilakukannya, tapi juga mata kuliah apa yang diharapkan dapat
memberinya pengetahuan yang diperlukannya. Hal ini dianggap critical
oleh para pewawancara karena ini membantu pewawancara untuk dapat
melihat dampak dari studi yang diharapkan bagi komunitas di sekitar
penerima beasiswa tersebut.

Selain itu, tentu saja bukti keterlibatan si kandidat dalam berbagai
kegiatan yang menyentuh masyarakat secara langsung mempunyai nilai
yang tinggi. Bahkan, apabila komitmen yang diberikan si kandidat dalam
hal yang berhubungan langsung dengan masyarakat itu sangat tinggi, ini
bisa menjadi poin tambahan yang cukup baik.

Kemampuan komunikasi juga tentunya penting. Berikan jawaban langsung,
jangan berbelit belit. Karena begitu Anda memberikan jawaban yang
muter-muter, para pewawancara bisa menilai Anda tidak mengerti
pertanyaan yang diberikan atau Anda tidak punya jawaban untuk
pertanyaan tersebut. Jadi persiapkan diri Anda dengan baik.

Terakhir, biasakan pada waktu masuk ke ruangan wawancara, yang perlu
Anda lakukan pertama kali adalah berjabat tangan dengan semua
pewawancara. Salah seorang kandidat, mungkin karena nervous, pada
waktu masuk malah sibuk sendiri dengan dokumen-dokumennya. Padahal
salah seorang pewawancara bule sudah menyodorkan tangannya. Malah bisa
menambah nervous kalau yang begini terjadi.

Oh ya, satu hal yang penting diingat. Semua pewawancara yang hadir
saat itu ingin Anda sukses. Sekali lagi saya bilang: mereka semua
ingin Anda berhasil mendapatkan beasiswa tersebut. Karena itu,
wawancara itu dilakukan dengan tujuan untuk menggali sedalam mungkin
poin-poin yang telah disebutkan di atas. Para pewawancara tidak ingin
membuat Anda nervous sehingga tidak mampu menjawab
pertanyaan-pertanyaan mereka atau salah menjawab pertanyaan-pertanyaan
itu. Justru sebaliknya, keberhasilan Andalah yang mereka inginkan.
Pertanyaan - pertanyaan yang diajukan hanya untuk melihat kecocokan
Anda untuk beasiswa tersebut dan bukan untuk menjatuhkan. Ingatlah ini
selalu kalau suatu waktu Anda memasuki ruangan wawancara beasiswa.

OK, mungkin begitu dulu yang saya bisa bagikan dari pengalaman saya
memberikan wawancara.
Seperti biasa, saya ingin mendapatkan komentar dari rekan-rekan semua.
Silahkan tuliskan di kolom yang tersedia di bawah.

===========

Tulisan ini sebelumnya ditampilkan di blog saya
http://milisbeasiswa.wordpress.com . Saya berterima kasih sekali jika
Anda meninggalkan komentar Anda di blog tersebut.


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: