Senin, 06 Agustus 2007

[psikologi_transformatif] Re: Now -1 (about Vincent Liong & Cornelia Istiani 's past life)

Imajinasinya huebat juga deh, ngak kalah ma Harry Potter.......hiks

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, 987654321 1234567
<x69xx96x@...> wrote:
>
>
>
> Note: forwarded message attached.
>
> ---------------------------------
> Pinpoint customers who are looking for what you sell.
> Now -1
> (about Vincent Liong & Cornelia Istiani 's past life)
>
> Ditulis oleh: Vincent Liong / Liong Vincent Christian
> Tempat, Hari, Tanggal: Jakarta, Senin, 6 Agustus 2007
>
>
>
>
> Buat Cornelia Istiani yang kucintai…
>
> Ketika aku bertemu pertama kali denganmu kalau tidak
> salah bulan Juni atau Juli tahun 2006 di fakultas
> Psikologi Universitas Tarumanagara ; Aku merasakan
> satu sosok yang selama ini saya cari, kau juga
> merasakannya saat itu. Itu yang membuat kita cepat
> dekat dan saling mendukung.
>
> Sejak awal meskipun secara tubuh fisik kamu lebih tua
> dariku empatbelas tahun, aku merasakan kamu seperti
> empat, lima atau bahkan sepuluh tahun lebih muda
> dariku, atau mungkin lebih. Kalau kita hanya berdua
> aku memperlakukanmu seperti aku memperlakukan anak
> kecil, dan kau berlaku seperti anak kecil yang dimanja
> oleh orang yang lebih tua.
>
> Di satu-dua hari pertama kita berkenalan aku melihat
> gambaran pararel setidaknya dua kehidupan lampau aku
> dengan kamu yang tampak jelas sekali, sisanya ada
> tetapi tidak sejelas dan sesignifikan dua kehidupan
> ini. Kamu juga melihatnya saat itu khan, kita juga
> sempat membahasnya ;kalau kamu mau jujur...
>
>
> Now –1
> Satu kehidupan sebelum yang sekarang.
>
> Kamu tampak seperti yang sekarang hanya rambutmu lebih
> panjang dan dikuncir. Ras monggolid seperti cerita
> cina yang dimana orangnya hidup dalam tenda-tenda ciri
> khas bangsa gurun atau padang rumput yang hidup
> berpindah-pindah. Saat itu aku jauh lebih tua dari
> kamu, kamu sebagai anak perempuan yang berbakti, dan
> aku sebagai ayah yang kamu cintai sampai seperti suami
> sendiri. Suatu hari aku pergi sendirian ke tempat yang
> jauh lalu karena sakit aku mati dan tidak bisa kembali
> lagi tanpa memberi kabar apa-apa. Kamu menunggu
> kepulanganku hingga tua dengan setia dan tetap tidak
> mendapat jawaban bagaimana nasibku hingga kau mati
> juga. Di kehidupan itu kau sungguh anak sekaligus
> pendamping seperti isteri yang berbakti, aku tidak
> punya siapa-siapa yang menemani kecuali kamu.
> Entahlah, di bayangan itu aku tidak dapat menemukan
> sosok ibumu atau isteriku selain kamu, jadi hanya
> seorang ayah dengan anak perempuannya yang
> menggantikan posisi isterinya yang mungkin telah lama
> meninggal.
>
> Kalau bicara karma, Hautesurveilance (Widhi) itu ada
> dalam 'kehidupan ini' (Now –1) sebagai orang yang
> pernah aku kenal meski tidak terlalu dekat, yang
> kebetulan singgah dalam perjalanannya, yang berusaha
> mendekatimu dan menolongmu ketika aku pergi dan tidak
> pernah kembali tsb. kau tetap bersikeras untuk
> menunggu sehingga Hautesurveilance sebal padaku,
> menganggapku mentelantarkanmu karena kalian sama-sama
> tidak tahu bahwa aku mati di negeri orang tanpa ada
> yang mengetahui dan menemani. Sesuatu yang terjadi di
> luar kuasaku, mati.
>
>
> Now –2
> Dua kehidupan sebelum yang sekarang.
>
> Kamu dan aku menikah sebagai suami isteri di umur yang
> tidak berbeda. Kita tinggal dan bekerja serumah
> sebagai peneliti atau semacam itu yang berhubungan
> dengan pengembangan ilmupengetahuan. Kita tinggal di
> benua eropa, kita juga punya rumah bergaya eropa.
> Tidak banyak masalah yang membuat karma baru di
> kehidupan yang ini. Kita bertemu sebagai orang
> seprofesi, menikah punya anak seperti keluarga biasa,
> tua dan mati. Dalam kehidupan ini keintiman tercipta
> karena memang kita tinggal dan bekerja banyak di dalam
> rumah berdua saja tanpa ada intervensi pihak lain.
>
> Now –3, -4, -5, ... tidak jauh berbeda dengan Now –2.
>
>
>
> Analisa ala Vincent Liong
>
> Kehidupan pertama sebelum sekarang banyak mempengaruhi
> krisis kepercayaanmu kepada diriku, kau sering bilang
> bahwa aku yang meninggalkanmu. Kehidupan ini membuat
> satu ketergantungan yang kuat dalam hubungan intim
> antara peran kebapaan dan peran anak perempuan;
> perasaan sebagai bapak terhadap anak yang mendampingi
> sebagai isteri ini dominant sekali dalam hubungan kita
> berpacaran. Kau takut ketemuan denganku setelah
> konflik ini, dikarenakan saat kita bertemu muka ada
> semacam etika tidak tertulis yang membuat kau seperti
> anak yang hormat pada bapaknya (hubungan intim tetapi
> tidak egaliter) sehingga kau tidak pernah berani
> padaku meskipun hanya sekedar menegur atau marah,
> kalau aku keras sedikit kau sudah menangis. Seorang
> anak baru bisa mengkritik, melawan bapaknya ketika dia
> di posisi sebagai anak yang memusuhi bapaknya
> memainkan peran sebagai anak durhaka. Maka dari itu
> untuk sekedar mengomentari, menasehati, menyampaikan
> kritik padaku kau harus bersusah-susah memusuhiku,
> tidak ada cara yang lebih halus karena pilihannya
> adalah anak yang baik dan berbakti atau anak yang
> durhaka.
>
> Saya kesulitan mencari pacar selain kamu dikarenakan
> saya selalu melihat image seorang anak perempuan yang
> lugu, imut, pintar-pintar-bodo (kamu) yang rambutnya
> dikuncir, polos tanpa beban hidup ada di dalam diri
> kamu, meskipun saat ini ditutupi oleh begitu banyak
> fear yang ditanamkan lingkungan. Bagi saya adalah
> sebuah tanggungjawab moral sebagai tokoh ayah
> sekaligus suami untuk melepaskan anak itu dari
> belenggunya, sehingga ia bisa bebas hidup sebagai anak
> perempuan yang lugu, imut, pintar-pintar-bodo (kamu)
> yang rambutnya dikuncir, polos tanpa beban hidup tsb.
> Saya bersedia mengalami segala konflik ini untuk
> menderita bersama kamu dalam usaha untuk mengupas satu
> demi satu luka yang ada di pribadi kamu hingga
> harapannya suatu hari aku bisa bertemu kamu yang murni
> yang lepas dari semua fear tsb dan hidup bersama kamu
> seperti kita dulu.
>
> Soal Hautesurveilance, apa yang dilakukannya adalah
> kelanjutan dari usahanya untuk menolong kamu dari
> tokoh diriku yang dalam konsep sudutpandangnya di
> kehidupan dulu dan sekarang, dianggap sebagai orang
> yang mentelantarkan kamu. Suatu hari Hautesurveilance
> akan mengerti bahwa aku tidak mentelantarkan kamu, aku
> bukan seorang berego tinggi yang ingin seenaknya
> sendiri saja tanpa tanggungjawab. Aku lakukan apa yang
> aku mampu dan tidak lakukan apa yang di luar kuasaku.
> Saat ini kau memanfaatkan karma Hautesurveilance tsb
> meskipun hanya untuk kepentinganmu dalam menunjukkan
> kekesalanmu aku tinggal mati di negeri orang di
> kehidupan sebelumnya yang terwakili dalam bentuk
> berbagai macam fear yang membebanimu.
>
> Kehidupan kedua sebelum sekarang banyak mempengaruhi
> ikatan emosional yang kita berdua, keintiman yang
> secara teori bisa dibuat-buat seolah-olah berpisah
> tetapi dalam praktiknya ikatan kita begitu kuat
> sehingga cinta itu bisa menjadi energi yang menguatkan
> atau menjatuhkan kita berdua karena tidak adanya
> ketulusan, ikhlas, dan pasrah. Jadi pertanyaannya,
> bagaimana kita memaafkan karma dengan ketulusan,
> ikhlas, dan pasrah yang telah merugikan kita karena
> kita tidak mau memaafkannya.
>
> Maafkan aku Cornelia Istiani karena dulu aku
> meninggalkanmu, aku akan berusaha menebus kesalahanku
> dengan berusaha melepas fear-mu yang begitu banyak
> satu demi satu hingga akhirnya di dalam bungkus kado
> yang kesekian aku menemukan kamu. Meninggalkanmu saat
> itu bukanlah kuasaku, tetapi alam yang mengambilku
> dari hidup ini tanpa sempat mengucapkan salam
> perpisahan denganmu.
>
>
> Ttd,
> Vincent Liong
> Jakarta, Senin, 6 Agustus 2007
>
> Send instant messages to your online friends
http://au.messenger.yahoo.com
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Express Yourself

Show your style &

mood in Messenger.

Y! Messenger

Files to share?

Send up to 1GB of

files in an IM.

Official Samsung

Yahoo! Group for

supporting your

HDTVs and devices.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: