Kamis, 27 September 2007

Re: [psikologi_transformatif] Re: Surat Keberatan Media Watch > Kesannya terlalu "sensi" nih ... :)

kucingnya jenis kelaminnya apa?
kenapa kok kucing?
kenapa bukan kodok?
 
kenapa kok yang diperlihatkan udel?
kenapa?
kenapa?
 
*tetep sensi*

 
On 9/28/07, sinagahp <sinagahp@yahoo.com> wrote:

Ha...ha...ha.... :)

Wah ... memang benar kalau anda ini ..... sejati :)

Mohon maaf apabila ada kata-kata yang tidak berkenan.

Komentar saya itu memang ditujukan untuk mengetahui bagaimana reaksi anda dan rekan-rekan. Ternyata begitu ya reaksinya .... :) ;)

Sejatinya, saya merasa saya tergolong penghormat perempuan. Boleh ditanya di psikologi ui, siapa yang mengkader dan mendukung Ratna jadi ketua senat mahasiswa, menembus tradisi. Boleh tanya Bu De Tih tuh ... :) Atau tanya Ipoet (E. Kristi Poerwandari) juga boleh ... :)

Jangan jadi berang begitu ah ... :)

salam,
harez



--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com , pradita@... wrote:
>
> Sensitif? Atau situ yang gak punya kepekaan? Kalo yang bikin iklan itu di
> otaknya gak menyamakan tubuh perempuan dengan pulsa murahan, kenapa pakai figue
> perempuan dengan tulisan Rp 1/detik di dadanya? Kok gak pake kucing aja? Atau
> bunga mawar?
>
> Harusnya angka berapa? Ini pertanyaan supertolol. Emang tubuh manusia bisa
> dihargai dengan Rupiah?
>
> Soal iklan yang pakai model laki-laki, ya situ aja yang ngerasa laki-laki yang
> protes. Kalo kau tak mau protes, yah salah kau sendirilah. Tapi kalo ada
> perempuan protes soal iklan dengan citra negatif tentang perempuan, ya kau tak
> usah sewotlah. Mbok yang agak sensitif dikit gitu!
>
> manneke
>
>

> Quoting sinagahp sinagahp@...:
>
> >
> > > Citraan ini sangat merendahkan perempuan, memberi kesan tubuh
> > > perempuan tersebut sama dengan seharga Rp 1 / per detik. Bahwa iklan
> > > ini menunjukkan citraan penjualan seorang perempuan, atau ide dari
> > > bisnis hotline.
> >
> > harez:
> >
> > Harusnya angkanya berapa per detik? seribu, sepuluh ribu, sejuta ?
> > Kesannya siapa ? :)
> >
> > Kalau dilihat-lihat dan direnung-renung koq kesannya "sensitif" banget
> > sih? Masa iya, orang berpikir tubuh perempuan sama ama pulsa murahan?
> > Sejam 3600 perak, hampir sama ama chicki snacknya anak kecil. Yang betul
> > aja ... Terlalu sensi nih .... :)
> >
> > Lagian, kalau ngomongin soal diskriminasi, koq iklan apa tuh (LMen ...?)
> > atau iklannya AXE koq nggak diprotes? Kan itu nunjukin "udel"nya
> > laki-laki? Atau malah menikmati .... ha...ha...ha... :)
> >
> > Kalau menurut saya, yang harus diprotes lebih keras itu malah
> > iklan-iklan dan jasa hotline itu malah. Itu jelas-jelas menjual wanita,
> > mulai dari suara dan seterusnya .... he...he...he... ada-ada aja :)
> >
> >
> > salam,
> > harez
> >
> >
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "adindatitiana"
> > adindatitiana@ wrote:
> > >
> > > MEDIA WATCH
> > > Jl.Bangka Raya No 43 ,Jakarta Selatan 12770
> > > Telp: 021-7192627 Fax:021-7192523
> > > Email: pemantau_media@
> > >
> > > No : 001/E/MW/SK/IX/07
> > > Lamp : 1 buah foto contoh iklan
> > > Hal : Surat Keberatan
> > >
> > > Jakarta, 26 September 2007
> > >
> > > Kepada Yth.
> > > Pimpinan Perusahaan
> > > Kartu Seluler XL
> > > di tempat
> > >
> > > Dengan hormat,
> > > Kami bermaksud menyampaikan surat keberatan kami atas iklan XL versi
> > > perempuan dengan menggunakan kaos bertuliskan Rp 1/detik
> > > Dari cara mempromosikan iklan tersebut menunjukkan citra yang
> > > melecehkan perempuan, karena :
> > >
> > > Model yang diperagakan adalah seorang perempuan dewasa berdiri dan
> > > dibagian perut serta sekitar payudara bertuliskan Rp 1 / per detik.
> > >
> > > Citraan ini sangat merendahkan perempuan, memberi kesan tubuh
> > > perempuan tersebut sama dengan seharga Rp 1 / per detik. Bahwa iklan
> > > ini menunjukkan citraan penjualan seorang perempuan, atau ide dari
> > > bisnis hotline.
> > >
> > > Dengan ini kami sangat keberatan sekali iklan tersebut terus menerus
> > > ditayangkan dan diterbitkan di media-media sampai sekarang yang dapat
> > > dilihat oleh semua orang. Masih banyak iklan XL lain sebelumnya yang
> > > terlihat lebih kreatif tanpa mencitrakan perempuan seperti itu.
> > >
> > > Negara Indonesia sudah sepakat untuk menghapuskan semua bentuk
> > > diskriminasi terhadap perempuan baik langsung maupun tidak langsung
> > > (UU No. 7 Tahun 1984) salah satunya peran media massa (termasuk iklan)
> > >
> > > Semoga masukan dari kami ini sangat bermanfaat bagi perusahaan Anda.
> > >
> > > Kami sangat terbuka untuk berdialog dengan pihak XL mengenai keberatan
> > > kami ini. Agar terjadi pengertian masyarakat dan untuk selanjutnya
> > > silahkan menghubungi Dinda di 08151609391 atau email kami di
> > > pemantau_media@ bila tertarik untuk merencanakan pertemuan.
> > >
> > > Media Watch akan terus memantau tayangan televisi yang memiliki
> > > tayangan yang membuat citraan perempuan menjadi negatif. Tujuannya
> > > bukan untuk memberangus media industri, tetapi memberi 'masukan lebih'
> > > segala hal yang berhubungan dengan prinsip hak asasi manusia. Di
> > > negara lain metode ini sudah diterapkan, diantaranya di Filipina.
> > >
> > > Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
> > > Hormat kami,
> > >
> > > Mariana Amiruddin
> > > Koordinator Umum
> > >
> > > CC:
> > > 1.Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan
> > > 2.Komisi Penyiaran Indonesia
> > >
> >
> >
>


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Fitness Challenge

on Yahoo! Groups

Get in shape w/the

Special K Challenge.

Yoga Resources

on Yahoo! Groups

Take the stress

out of your life.

Yahoo! Groups

Get info and support

on Samsung HDTVs

and devices.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: