Jumat, 07 Desember 2007

[psikologi_transformatif] anak pat robertson "kuasai" jaringan CBN..

Anak Pendeta Pat Robertson "Kuasai" Jaringan CBN Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Jumat, 07 Desember 2007
Gordon Robertson, akhirnya menjadi 'pengendali' baru jaringan TV kabel Kristen Evangelikal milik Pat Robertson yang dikenal "anti-Islam"
ImageHidayullah.com--Tokoh penyiaran Kristen fanatik, Pat Robertson Senin kemarin mengumumkan pada public akan menyerahkan tugasnya sebagai chief executive officer dari  Christian Broadcasting Network (CBN), , kepada anaknya sendiri, Gordon Robertson. CBN adalah sebuah  jaringan penyiaran Kristen paling berpengaruh di AS dan dunia.
"Ini adalah waktunya bagi saya untuk menyerahkan beberapa tugas yang saya pegang selama hampir 50 tahun," kata Robertson dalam "The 700 Club," acara utama jaringan tersebut.
Dewan Direktur CBN dengan bulat memilih akhir minggu lalu dan menyatakan Gordon Robertson, 49, sebagai CEO saat itu juga. Pat Robertson (77), tetap menjabat sebagai chairman dari jaringan yang berbasis di Virginia itu.
Suksesi Gordon adalah pergantian terbaru dari pemimpin injili yang lebih tua ke pemimpin dari generasi yang lebih muda diantara kelompok-kelompok media Kristiani konservatif yang ternama. Dalam beberapa tahun, beberapa organisasi berpengaruh menamai anaknya sebagai CEO untuk menyukseskan pendiri ministri-ministri yang telah wafat atau mendekati akhir perjalanan mereka.
"Sangat penting untuk menyerahkan garis ini terutama bagi seseorang yang lebih ahli dalam teknologi-teknologi baru yang datang dalam kecepatan yang membingungkan bagi kita," kata Pat Robertson.
Sebagai CEO, Gordon akan memimpin usaha untuk memperbesar penetrasi CBN ke semua fase komunikasi digital.
Baru-baru ini, Brian E. Fisher, 34, dipromosikan presiden dan CEO Coral Ridge Ministries, sebuah ministri multi-media yang menjangkau 3 juta orang di seluruh dunia, setelah wafatnya Dr. D. James Kennedy pada September dalam usia 76. Kennedy mendirikan ministri yang berbasis di Fort Lauderdale itu pada 1974, menyiarkan kotbah melalui radio, televisi dan internet.
"Cita-cita kami adalah mengikuti jejak Dr. Kennedy dengan menggunakan media , dalam cara baru dan lebih inovatif," kata Fisher, yang memimpin ministri itu untuk meraih 30 juta pemirsa sampai 2012 melalui media.
Beberapa tahun lalu, Rev. Franklin Graham menyukseskan ayahnya, 89, penginjil Billy Graham, untuk memimpin Billy Graham Evangelistic Association. Jerry Falwell Jr. dan Jonathan Falwell mengambil tampuk kepemimpinan ayahnya Rev. Jerry Falwell dan saat ini memimpin Liberty University and Thomas Road Baptist Church. Dan sudah hampir dua tahun sejak Rev. Robert A. Schuller ditunjuk untuk memimpin Crystal Cathedral dan program televisi "Hour of Power," menyukseskan ayahnya Rev. Robert H. Schuller.
Dr. James Dobson dari Focus on the Family mewariskan tugas presidensial dan CEOnya pada 2003 dan tetap menjabat sebagai pendiri dan chairman.
Meskipun menggantikan tokoh terkenal, beberapa pemimpin muda tersebut juga di bawah radar dan mengindikasi kalau mereka tidak mengejar visibilitas publik. Akan tetapi, mereka juga mengatakan tidak akan menarik diri.
Kepada The Associated Press, Gordon Robertson mengatakan, bahwa ia telah menjauh dari aktivitasnya di Partai Republik tapi memang berencana untuk berbicara mengenai beberapa "isu-isu saat ini."
"Saya rasa itu adalah sesuatu...yang menjadi kewajiban setiap orang Kristiani," katanya.  
Misionaris Global
Pendeta Pat Robertson, Jerry Falwell dan Hal Lindsey, adalah diantara figur-figur simbolik Kristen terkemuka yang mempersatukan para pemimpin Kristen fundamentalis evangelikal yang berpengaruh di Amerika.
Selain mereka bertiga, ada nama-nama lain seperti; Zola Levitt, Oral Roberts, Mike Evans, Tim LaHaye, Kenneth Copeland, Paul Crouch, Ed McAteer, Jim Bakker, Chuck Missler dan Jimmy Swaggart. Semuanya adalah para pemuka Kristen pro-Zionis; mereka membela kepentingan Israel melalui tulisan-tulisan dan siaran-siaran radio dan TV-satelit (network dan cable) mereka.
Para pemimpin Kristen fundamentalis ini, bersama dengan organisasi-organisasi pro-Israel yang mereka pimpin, secara rutin dan teratur menjangkau lebih dari 100 juta orang Kristen Amerika, lebih dari 100 ribu pendeta; dan anggaran keuangan mereka, bila digabung, akan mencapai suatu jumlah yang besar, 300 juta USD per tahun.
Mereka membentuk suatu aliansi Zionis yang luas, fanatik, besar dan ampuh dalam membentuk dan mengendalikan baik politik luar negeri Amerika Serikat di Timur Tengah maupun dukungan Kristen menyeluruh bagi Negara Israel.
"Pat Robertson TV Show" dan "The 700 Club", salah satu siaran TV kabel Kristen Evangelikal ini memiliki pemirsa sangat luas di AS.
Pat Robertson hampir pernah membeli Kantor Berita UPI, AS.  Ada beberapa kegiatan UPI yang ia sangat tertarik, antara lain jaringan radio UPI. Melalui jaringan perusahaan medianya, yaitu Christian Broadcasting Network (CBN), Pat Robertson membayar uang muka sebanyak 900 ribu dolar kepada pengadilan, dan sampai dengan 26 Mei, Ia harus dua kali membayar 150 ribu dolar lagi. Meski kenyataannya,  UPI tak jadi diambil alih olehnya karena hutang hutangnya yang terlampau besar.
Sebelum ditugasi mengendalikan jaringan TV milik ayahhnya ini, Gordon Robertson pernah menghabiskan lima tahun di Manila dan mengoperasikan operasi CBN Asia di China, India, Indonesia, dan Asia Tenggara. Setelah kembali ke Amerika Serikat,  ia kemudian dipercaya memegang tanggung-jawab dalam produksi "The 700 Club," berita nasional dan internasional CBN, dan divisi televisi digital.
Di sebuah media Amerika, Pat Robertson dikabarkan pernah akan bekerja sama dengan seorang pengusaha asal Indonesia, James T Riady, pemilik perusahaan  Lippo Group guna membangun jaringan TV evangelis se-Asia.
Sebagaimana diketahui, Keluarga Riady adalah pengendali bisnis raksasa yang bergerak di bidang perbankan, TV kabel, telepon selular, online shopping, jasa teknologi informasi, perkantoran, dan sederetan bidang lainnya. Konon total asetnya mencapai di atas USD 12 milyar.
Dalam sebuah program "The 700 Club" di CBN, Pat Robertson pernah berkata, "James Riady dan  ayahnya (Mokhtar Riady, red) adalah teman karib saya. Keduanya telah lahir kembali  dalam Kristen. James telah menyatakan keinginannya menjadi pastor dan misionaris.  Orang Asia perlu diberi kesempatan berpartisipasi sebagai pegawai Tuhan," ujarnya.
Di acara "The 700 Club" pula, tahun 2006, Pendeta Robertson melemparkan komentar yang berbau pelecehan  dengan mengatakan, Islam bukanlah agama perdamaian, dan tujuan Islam adalah untuk "mendominasi dunia". Dia juga menyebutkan bahwa orang-orang Muslim dimotivasi oleh 'kekuatan jahat'.


Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Curves on Yahoo!

Share & discuss

Curves, fitness

and weight loss.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: