Rabu, 09 Januari 2008

[psikologi_transformatif] Re: SENI

Seni memiliki kehidupannya sendiri
Justru karena kompleksitasnya
Yang tak bisa distabilkan
oleh logos ataupun telos

Seni adalah ketika
ruang dan waktu menyatu
dalam Ada
yang tak pernah purna

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "non_sisca"
<non_sisca@...> wrote:
>
>
>
> Seni dapat menjadi dilema
>
> Seni menjadi pernyataan pribadi, namun terkadang juga
> menandakan 'berakhirnya subjek' ala Foucault atau pun 'matinya
sang
> pengarang' ala Barthes, sekaligus menjadi karakter yang pop, yang
> menekankan pada kekinian (hic et nunc), yang ahistoris dan
kebaruan
> yang diskontinu
>
> Representasi yang objektif namun juga bergerak menjadi subjektif,
dan
> sebaliknya
>
> Seni yang akhirnya menjadi apa saja, yang bentuknya pluralistik,
> praktiknya pragmatis, dan medan seninya multikultural
>
> Aku menjadi seniman sekaligus bukan, dengan seniku yang keratahan
> (simplicity) sekaligus sesak oleh kerumitan (complexity)
>
> Suatu dilema
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Popular Y! Groups

Is your group one?

Check it out and

see.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: