Selasa, 01 Januari 2008

[psikologi_transformatif] Renungan: Everybody Have a Weakness

Everybody Have a Weakness

Ditulis oleh: Vincent Liong
Tempat, Hari & Tanggal: Jakarta, Rabu, 14 November
2007

Everybody Have a Weakness
But itsn't right
to find it and publish it all of it ?

Kalau mau saya cari kelemahan pribadi atau yang
berhubungan dengan keluarga, dari setiap anggota
gerakan terror, cacimaki dan ngomong jorok Pabrik_T
(Nuruddin Asyhadie, Dra. Ratih Andjayani Ibrahim MM.
Psi., Maya Notodisurjo, Goenardjoadi Goenawan,
Leonardo Rimba, Audifax, Edy Susanto, Sinaga Harez
Posma, dlsb) tidaklah sulit melakukannya… Tetapi
apakah perlu?

Semua bisa saja dicari-cari kelemahan pribadinya,
masalah keluarganya, dlsb yang sifatnya ruangan
pribadi seseorang, lalu kemudian mengumumkannya,
menggunakannya sebagai blackmail, terror, cacimaki,
judgement-judmenet kepada anggota keluarga dengan
membawa-bawa kewenangan misalnya sebagai psikolog atau
peramal yang dipercaya masyarakat, motivator hati
nurani, sampai perwakilan kantor berita asing di
Indonesia yang mengurusi masalah muslim-barat.

Apakah semua kebaikan yang ditanam bertahun-tahun ini
begitu tidak berharganya dibandingkan dengan kejatuhan
seorang Vincent Liong sehingga patut dikorbankan?

Selama ini saya masih membongkar seperlunya saja;
Seperti anjing yang dipukuli tanpa sebab lalu digiring
ke sudut ruangan, saya selama ini hanya menggigit
untuk mendapat kesempatan lari meloloskan diri, tidak
lebih. Tetapi anda-anda ini mencari hingga ke masalah
yang paling pribadi, ke masalah keluarga, juga tidak
lupa ke masalah hingga yang paling spele atau kalau
perlu membuat-buat bukti palsu dengan tidak tahu malu.


Ada dua tipe orang yang sangat menyayangi saya dengan
tanpa pamrih rela berkorban untuk saya:
Pertama adalah orang-orang yang mendukung segala usaha
saya dengan tulus-ikhlas dengan rela berkorban tanpa
pamrih.
Kedua adalah mereka yang bersedia berkorban kehilangan
semua kebaikan yang pernah dibangun dalam hidupnya,
untuk sekedar "menjatuhkan" saya dengan segala cara
kotor, itu masih berlangsung sampai sekarang dan
sampaib hari ini saya masih belum mengerti masalahnya
apa hingga rela berkorban untuk sesuatu yang tidak ada
sesuatu hasil yang diperjuangkan dengan jelas.

Everybody have a right to live
So they have second chance
if they choose to use it.

Kondisi saya sekarang adalah pada kondisi sekedar
mempertahankan apa yang masih ada untuk bertahan hidup
saja. Lalu saya melihat anda-anda ini (anggota gerakan
Pabrik_T) sudah memiliki banyak hal yang baik, tetapi
yang ada tidak disayangi malahan mau dikorbankan untuk
sekedar berusaha menjatuhkan saya. Beberapa orang
sudah mulai berusaha membangun kembali kebaikan
hidupnya yang dirusak sendiri demi menjatuhkan saya,
tetapi ego untuk bisa memenangkan kejatuhan seorang
Vincent Liong begitu berharganya. Maka bagunan yang
baru saja dibangun kembali dirusaknya kembali sehingga
harus start kembali dari nol. Lalu ini harus berulang
terus?

Padahal saya tidak memperlakukan anda seperti anda
(anggota gerakan Pabrik_T) memperlakukan saya; Seperti
anjing yang dipukuli tanpa sebab lalu digiring ke
sudut ruangan… Sampai hari ini saya berkali-kali
memberi kesempatan kepada anda-anda ini untuk menjadi
orang tidak bertanggungjawab, cucitangan dan lari.
Tetapi anda-anda menghargai niat baik saya hanya untuk
mengubah strategi serangan yang lama dengan strategi
baru.

A conflict that's have problems
can start and can be solve at a lifetime.
A conflict that don't have problems
can't and can't be solve at a lifetime.

Kalau sepasang saudara bertengkar berebut harta, maka
ketika pembagian harta telah menjadi jelas, maka
pertengkaran akan menjadi dingin dengan sendirinya.
Tetapi kalau tidak ada materi yang bisa dijadikan
bahan pertengkaran, lalu bertengkar... Maka tidak ada
juga yang bisa memulai atau menyelesaikan suatu
pertengkaran.

Everybody Have a Weakness
Apakah diri kita itu sudah sungguh bersih, sehingga
usaha penghakiman ke orang lain tanpa materi
pertengkaran yang jelas berhak kita lakukan?

Maka sebab berulang-ulang mereka itu bertanya juga,
tegaklah Ia serta berkata kepada mereka itu, "Siapa di
antara kamu yang tiada berdosa, hendaklah ia dahulu
melempar batu kepada perempuan ini." (Yohanes 8: 7)

Ttd,
Vincent Liong
Jakarta, Rabu, 14 November 2007

Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Yahoo! Groups

Special K Challenge

Learn how others are

shedding the pounds.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: