Kamis, 15 November 2007

[psikologi_transformatif] “Ilmiah” sesuai pesanan anda ?!

"Ilmiah" sesuai pesanan anda ?!

Nama Penulis: Vincent Liong
Tempat, Hari & Tanggal: Jakarta, Senin 22 Oktober 2007

Metodologi ilmiah adalah metodologi yang memiliki
sebab akibat logika yang jelas untuk membuktikan
apakah sebuah asumsi itu benar atau tidak secara
ilmiah.

Metodologi ilmiah berasal dari sifat tekhnis mekanis
yang runtut sebab akibatnya jelas, linear dan tidak
berpihak. Masalah "Ilmiah sesuai pesanan" muncul
sebagai akibat dari ilmu ilmiah dicoba diterapkan pada
manusia, dimana manusia memiliki keberpihakan dan
asumsi. Manusia tidak seperti mesin yang tidak
memiliki kehendak bebas.

Keberpihakan mengakibatkan suatu metodologi penelitian
ilmiah menjadi kehilangan esensinya; yaitu sekedar
sebagai alat bantu untuk menghipnotis si peneliti agar
bisa membenarkan atau menyalahkan secara ilmiah sesuai
dengan asumsi awal, makin hari penelitinya makin
fanatik dan fundamentalis pada egonya sendiri. Jadi
kebenaran fakta lapangan tidak penting lagi. Yang
penting asumsi dibuat menjadi ilmiah sesuai keinginan
awal peneliti, ingin benar maka hasilnya benar, ingin
salah maka hasilnya salah. Seperti fenomena ketika
kita ingin membeli membeli mobil Honda Jazz biru, maka
sepanjang jalan perhatian utama kita akan terbawa
suasana pikiran sehingga seolah-olah banyak sekali
mobil Honda Jazz biru yang ditemui di jalan raya pada
hari itu.

Jadi jika dua kelompok peneliti dengan metodologi
penelitian ilmiah diberikan dua asumsi yang berlawanan
maka hasil kesimpulan ilmiahnya akan berlawanan,
masing-masing akan mengilmiahkan apa yang telah
menjadi asumsi awal sebelum penelitian.

Masalah kelemahan metodologi penelitian ini
menyebabkan kesulitan bagi siswa untuk mempelajari
metodologi ilmiah: Kalau siswanya terlalu rajin
belajar dan meyakini kebenaran ilmu yang dipelajari,
maka metodologi ilmiah sekedar sebagai alat pemuasan
ego dimana asumsi apapun juga bisa dibuat ilmiah
sesuai pesanan. Kalau siswanya cukup gaul di
lingkungan alamiah di luar kampus, maka logika
metodologi penelitian ilmiah akan sulit dipahami
karena di kehidupan sehari-hari segala hal tidak bisa
dipaksakan agar ekstrim benar atau ekstrim salah saja.

Makanya teoritisi hanya bisa ilmiah di ruang kelas,
dan praktisi hanya bisa empiris di dunia nyata.

Ttd,
Vincent Liong
Jakarta, Senin 22 Oktober 2007

Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Food Lovers

Real Food Group

on Yahoo! Groups

find out more.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: