Kamis, 10 Januari 2008

[psikologi_transformatif] Re: Friendster Reminder ( II )

Quote:... Kalo ACCORDING TO tuhantu sendiri  gimana? Bukan yang berisi quotes semua lho ya :) End of quote.

TuHanTu: Lha, kalau according to, saya sendiri kan udah banyak... Saking banyaknya, maka saya ambil satu saja tulisan yg bisa -relatively- mempresentasekan point-point according to TuHanTu, dari tulisan-tulisan terdahulu... Kalau nggak mewakili point-point pendapat TuHanTu pada tulisan-tulisan terdahulu, kan nggak mungkin saya memforward tulisan tersebut...

Satu hal, Emha itu masih hidup, juga bukan seorang budayawan tanda kutip... Jadi setidaknya, merupakan sumber according to yang masih hidup dan masih sebangsa dengan konteks kekinian yang tidak kehilangan perspektif... Bukan according to orang yang sudah mate, sejak sekian ribu tahun lalu, dari negri entah berantah pula... 

Ngomong-ngomong, kelenjar according to itu terdapat dalam pelajaran apa sih ?... Kok, term itu digunakan juga oleh tokoh seperti Pak Manneke yg nota bene dari sebuah institusi pendidikan terpandang di negri kita?... (tuh kan, saya nggak pake istilah cheerleader lagi, disinikan? Tapi pake kata PAK, hehe... ;-)...

Be Fun

TuHanTu

http://hole-spirit.blogspot.com



--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, pradita@... wrote:
>
> Hmm..ini kan ACCORDING TO Emha Ainun Najib. Kalo ACCORDING TO tuhantu sendiri
> gimana? Bukan yang berisi quotes semua lho ya :)
>
> manneke
>
> Quoting tuhantu_hantuhan tuhantu_hantuhan@...:
>
> >
> > TuHanTu: Incase rekan sepadepokan pengen lebih detail tentang ONANI,
> > maka Reminder berikut ini tentang prosedur Buka Celana sebelum aktifitas
> > ONANI itu dilaksanakan, secara seksama dan dalam tempo yang -mungkin-
> > tidak sesingkat-singkatnya.
> >
> > Untuk itu, berikut ini adalah tulisan dari Emha Ainun Nadjib tentang
> > buka-bukaan celana... (Omong jorok?:-) ...
> >
> > Anyway, selamat menikmati (nggak perlu dengan buka celana beneran. :)...
> > :
> >
> > Be Fun
> >
> > TuHanTu
> >
> > http://hole-spirit.blogspot.com <http://hole-spirit.blogspot.com/>
> >
> > (Tulisan Emha dari milis tetangga)
> >
> > Quote:
> >
> > Kalau apa yang selama ini berlangsung tidak bergerak menuju
> > perubahan-perubahan yang signifikan, maka kecemasan adalah tindakan
> > mulia. Mungkin sangat sedikit di antara kita yang memerhatikan bahwa
> > puncak-puncak dari makin banyak dunia aktivitas ( apa itu kesenian,
> > ormas, budaya ketokohan, institusi kepemerintahan, dsb ) sedang satu
> > persatu ½ dipelorotin celananya ½ oleh sejarah, lebih amannya:
> > oleh Tuhan.
> >
> > ½Dipelorotin celananya½ itu maksudnya ditunjukkan kepada publik
> > wajah mereka yang sebenarnya. ½Aurat½ mereka yang selama ini
> > ditutupi dengan hedonisme informasi, dengan feodalisme budaya, dengan
> > disinformasi intelektual, dengan kegelapan spiritual: dikuakkan, dibuka,
> > dibelejeti, satu demi satu.
> >
> > Ada yang semua orang melihatnya dengan transparan, ada yang perlu satu
> > dua lapis ilmu untuk mengetahuinya, ada yang memerlukan kecerdasan
> > khusus untuk memahaminya. Alam,nature, Tuhan, hukum sejarah, sedang
> > mendaftari satu demi satu jagoan-jagoan sejarah untuk kena batunya.
> >
> > Ada yang dipelorotin celananya melalui narkoba, ada yang terjerat
> > kasus-kasus, ada yang melorot ke jurang pelan-pelan diseret oleh
> > perilaku dan pernyataan-pernyataannya sendiri, ada yang melalui
> > pengelupasan pelan-pelan bahwa orang-orang yang selama ini didewakan
> > oleh masyarakat itu sebenarnya sekadar seorang katak dalam tempurung.
> > End of quote.
> >
> > Selengkapnya:
> >
> >
> >
> > UNTUK tulisan ini saya akan mengutip ayat Tuhan, tapi tidak ada
> > hubungannya dengan identitas saya.Benar-benar tidak penting siapa
> > seseorang, apa jabatan, atau status sosialnya.
> > Dunia akhirat yang terpenting adalah apa yang dia lakukan untuk orang
> > banyak, dicatat atau tidak, diketahui atau tidak, dipuji atau tidak,
> > mendapat award atau tidak, memperoleh tanda jasa atau tidak. Juga karena
> > Tuhan berfirman tidak khusus kepada umat-Nya dengan identitas tertentu.
> > Nabi dan rasul pun cuma dilewati untuk disampaikan kepada semua jin dan
> > manusia. Memang dalam pemahaman budaya selalu disebut ”nabi
> > mendapat wahyu”, tapi maksud sebenarnya adalah Tuhan memberi
> > guidance kepada semua makhluk-Nya melalui nabi, tepatnya melalui Rasul.
> > Sebab Nabi,dengan nubuwwat, tidak memperoleh license untuk membimbing
> > umat manusia sebagaimana Rasul dengan Risalat.
> > Ayat ini saya pilih tidak untuk berdakwah, bertablig atau untuk
> > ”tulisan religi” atau apa pun jenis kotak-kotak penjerat
> > kecerdasan dan kemerdekaan berpikir manusia. Kalimat Tuhan ini saya
> > kutip karena sangat substansial dan relevan untuk didengarkan dan
> > dihayati oleh setiap manusia dari bangsa Indonesia menjelang tiba di
> > gerbang ketentuan akan bangkit atau hancur.
> > Tahun 2008 akan merupakan saat-saat sangat licin dan berbahaya bagi
> > pikiran, bagi setiap visi dan misi,bagi segala aktivitas intelektual,
> > ideologi,konstitusi ,manajemen kepemerintahan, wacanawacana aktivisme di
> > semua wilayah kegiatan bangsa Indonesia. Kalau pelaku-pelaku terpenting
> > dari jalannya manajemen negara ini lolos tidak terpeleset,atau
> > terjerembab, atau terjerumus ke jurang dari jalanan licin itu, kita
> > punya kemungkinan untuk selamat.
> > Kalau apa yang selama ini berlangsung tidak bergerak menuju
> > perubahan-perubahan yang signifikan, maka kecemasan adalah tindakan
> > mulia. Mungkin sangat sedikit di antara kita yang memerhatikan bahwa
> > puncak-puncak dari makin banyak dunia aktivitasâ€" apa itu
> > kesenian, ormas, budaya ketokohan, institusi kepemerintahan,
> > dsbâ€"sedang satu persatu ”dipelorotin celananya”
> > oleh sejarah, lebih amannya: oleh Tuhan.
> > ”Dipelorotin celananya” itu maksudnya ditunjukkan kepada
> > publik wajah mereka yang sebenarnya. ”Aurat”mereka yang
> > selama ini ditutupi dengan hedonisme informasi, dengan feodalisme
> > budaya, dengan disinformasi intelektual, dengan kegelapan spiritual:
> > dikuakkan, dibuka, dibelejeti, satu demi satu.
> > Ada yang semua orang melihatnya dengan transparan, ada yang perlu satu
> > dua lapis ilmu untuk mengetahuinya, ada yang memerlukan kecerdasan
> > khusus untuk memahaminya. Alam,nature, Tuhan, hukum sejarah, sedang
> > mendaftari satu demi satu jagoanjagoan sejarah untuk kena batunya.
> > Ada yang dipelorotin celananya melalui narkoba, ada yang terjerat
> > kasus-kasus, ada yang melorot ke jurang pelan-pelan diseret oleh
> > perilaku dan pernyataan-pernyata annya sendiri,ada yang melalui
> > pengelupasan pelan-pelan bahwa orang-orang yang selama ini didewakan
> > oleh masyarakat itu sebenarnya sekadar seorang katak dalam tempurung.
> > Dalam hal yang terakhir ini yang kita kutuk adalah tempurungnya, yakni
> > faktor-faktor di lingkungan primernya yang membuat tokoh yang baik, yang
> > dijunjung orang, yang dihormati seluruh bangsa atau umat: pada suatu
> > saat tampak di depan umum bahwa dia katak dalam tempurung. Katak dalam
> > tempurung tentu saja bermakna dia tidak benar-benar mengerti
> > persoalan-persoalan masyarakat.
> > Selama berpuluh tahun atau atas sesuatu hal,tokoh kita itu tidak
> > memiliki kemungkinan untuk memperoleh informasi yang memadai dan
> > kredibel secara ilmiah, tidak membawa kepadanya ”bau
> > persoalan” itu agar nuraninya menghayati. Maka produknya adalah
> > persepsi yang bukan hanya salah atas suatu persoalan, tetapi bahkan
> > terbalik, dan kemudian melahirkan penyikapan dan pernyataan yang
> > memalukan dan mempermalukan dirinya, lambat atau cepat.
> > Nanti akan berkembang ke konteks moral kemanusiaan maupun akhlak
> > keagamaan. Orang yang baik dan tokoh yang hebat bisa tiba-tiba
> > menyandang dosa besar karena dia tidak mempersepsi sesuatu melalui
> > metodologi tabayyun yang maksimal.Tabayyun itu konfirmasi dan
> > rekonfirmasi, check and recheck, mendata lengkap, melakukan mapping
> > secara objektif, menyelenggarakan analisis secara adil, kemudian
> > mengambil kesimpulan dan keputusan yang arif dan indah.
> > Kalau katak dalam tempurung itu hanya menyangkut orang terpeleset di
> > pasar, orang kecebur sumur, atau bentrok RT ini melawan RT itu, mungkin
> > tidak terlalu besar dampaknya.Tetapi kalau katak dalam tempurung itu
> > menyangkut masalah-masalah nasional, persoalan dasar kerakyatan yang
> > menyangkut ribuan atau jutaan orang, celakalah semua orang.
> > Terpaksa saya tidak akan menyebut identitas apa pun,personal atau
> > institusional, justru karena tingkat licinnya jalan bangsa kita menuju
> > gerbang itu memaksa kita menggunakan kearifan berlapis-lapis.
> > Kita harus menjadi orangtua sepuh berumur 330 tahun karena yang kita
> > hadapi adalah taman kanakkanak yang jumlah siswanya 240 juta orang.Tuhan
> > berfirman dengan pola komunikasi diskusi: ”Yang kalian benci dan
> > singkirkan itu mungkin justru yang baik dan kalian perlukan. Sementara
> > yang kalian junjung- junjung tiap hari itu mungkin yang berbahaya bagi
> > kalian…”
> > Sepertinya Tuhan harus lebih berterus terang di hari-hari depan bangsa
> > Indonesia ini, dan sama sekali tidak bisa mengandalkan kecerdasan atau
> > iktikad baik kita untuk melakukan rekapitulasi terhadap apa dan siapa
> > yang sebenarnya kita butuhkan dan apa siapa yang sesungguhnya
> > menghancurkan kita. (*)
> > EMHA AINUN NADJIB
> >
> >
> >
> >
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Best of Y! Groups

Discover groups

that are the best

of their class.

Y! Messenger

Quick file sharing

Send up to 1GB of

files in an IM.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: