Kamis, 10 Januari 2008

RE: [psikologi_transformatif] Friendster Reminder :-)

Salam,

 

Nyangkut di topic ini, saya pengin share satu testimony tentang dunia akademik kita…apakah ini potret kondisi umum atau tidak…silakan dinilai dan comment

 

Sekitar 7 tahun lalu, istri saya yang baru lulus S1 dari sebuah fakultas teknik “universitas swasta ternama” di jakarta dikejutkan info dari temannya yang sedang menempuh S2 di satu universitas negri ternama di Jakarta (Universitas X)….pasalnya, topic skripsinya tentang “aplikasi genetic algorithm untuk pencarian gangguan jaringan (listrik)” dijadikan topic seminar nasional yang diadakan universitas X tersebut…dan waktu dilihat makalah yang disebarkan, ternyata totok mbacem skripsi istri saya…usut punya usut, makalah itu dibuat seorang mahasiswa yang sedang menempuh S2 di universitas X tersebut, dicantumkan pula nama penulis utama adalah dosen pembimbingnya yang bergelar Doktor dan (waktu itu) ketua cabang Indonesia sebuah organisasi profesi dunia

 

Awalnya komplaint istri saya tidak terlalu ditanggapi berhubung istri saya tidak kaitan sama sekali dengan institusi pendidikan manapun….istilahnya dianngap anak bawang dan gak ada gigi....masalah baru mencuat dan jadi rebut waktu kabar ini tersiar termasuk setelah mantan dosen pembingbing istri saya yang mantan orang nomor satu di PLN..…sampai2 si mahasiswa S2 dan dosen pembimbingnya khusus datang ke rumah minta maaf, mohon2 jangan diperkarakan lagi karena menyangkut “nama baik”, karir dan dapur personal termasuk institusi universitas X….dan memang, akhirnya dengan pertimbangan kemanusiaan, istri saya tidak lagi melanjutkan perkara ini

 

Secara pribadi, dulu saya juga sering lihat sendiri betapa penelitian di institusi pendidikan kita (sebatas yang saya ketahui) tak lebih dari otak-atik gatuk untuk cari duit dan pengakuan…..gak jelas juntrungannya mau kemana atau apa manfaatnya….apakah sekarang kondisinya lebih baik, saya gak tahu berhubung sekarang sya ga bau2 institusi pendidikan sama sekali..tapi semoga saja

 

Salam,

Anwar

 


From: psikologi_transformatif@yahoogroups.com [mailto:psikologi_transformatif@yahoogroups.com] On Behalf Of tuhantu_hantuhan
Sent: Wednesday, January 09, 2008 3:00 PM
To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
Subject: [psikologi_transformatif] Friendster Reminder :-)

 

TuHanTu: Incase ada rekan sepadepokan yang nggak baca atau nggak lihat, reminder berikut tentang ONANI, cairannya masih kental di milis FPK... Selamat menikmati:-)

Kutipan-kutipan:

Yang sering saya dengar dan temukan, dosen sibuk ngerjain proyek dan
mahasiswa telantar.

Ada banyak jurnal di kampus. Tapi jurnal-jurnal ini juga kurang
berwibawa. Jurnal dikelola dengan semangat
onani: dikelola sendiri
oleh dosen yang peneliti itu, diisi dengan tulisan hasil penelitian
mereka sendiri, kadang-kadang dibaca dan didistribusikan sendiri, dan
mereka dapat cum untuk kenaikan pangkat sendiri. Jurnal jadi semacam
etalase hasil penelitian, bukan tempat pertukaran pikiran.

http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/74616

 

Yang saya bingungkan sumbangan penelitian dari lembaga pendidikan
untuk masyarakat sangat kecil. Sudah jadi rahasia umum biaya-biaya
penelitian pendidikan di lembaga riset perti hanya cuman dijadikan
proyek bersifat jangka pendek bisa di duitin, bukan penelitian
dengan visi jangka panjang.

Buku-buku bermutu jarang beredar dari kelompok-kelompok perti tapi
malah dari swadaya masyarakat dan bantuan yayasan asing.
Dunia
perguruan tinggi di Indonesia lebih berkutat hanya pada masalah
gengsi sosial ketimbang menjadi alat terobosoan pencerdasan bangsa.

http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/74551

 

Sarjana di Indonesia artinya : gengsi bukan intelektualitas.
Kaum Intelektual sesungguhnya harus memiliki daya tahan (Mesu Budi,
meminjam istilahnya Sartono Kartodirdjo) untuk menderita demi
pertanyaan-pertanyaan yang dihadapinya.

Namun
sarjana dan pensarjanaan di Indonesia adalah proses
industrialisasi gengsi yang sifatnya masalah strata sosial
.

http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/74400

 

saya ingin melebarkan soal etika penelitian ini kepada
etika akademisi. masalah ini sampai sekarang masih
banyak terjadi di lingkungan perguruan tinggi kita.
hipokrisi sangat dekat dan bahkan lekat dengan dunia
perguruan tinggi
(perti). bukankah selama rejim orba
perti kita selalu menerima dan bahkan berlomba meminta
dan menyelenggarakan penelitian melalui jalur-jalur
politik dan kekuasaan (dan juga seminar)orderan untuk
mengesahkan policy pemerintah dari pusat sampai dengan
daerah? dan bukankah sampai sekarang masih tersisa
atau bahkan menumpuk hasil penelitian-penelitian
"ganti sampul" diperti di negeri ini? dan tidak
sedikit akademisi yang membimbing s-2 dan s-3 yang
sekaligus juga menjadi peneliti (dengan mengerahkan
mahasisw! anya) dan penulis thesis bimbingannya. adakah
hal-hal itu sekedar gossip?

http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/74317

 

 

Be Fun

 

TuHanTu

http://hole-spirit.blogspot.com

 

 

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Dog Fanatics

on Yahoo! Groups

Find people who are

crazy about dogs.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: