Selasa, 25 September 2007

[psikologi_transformatif] Balasan: mim

Selamat sore Vincent,
 
Benar yang anda katakan, hidup bukan sekedar upacara bendera...
 
Permintaan maaf....
 
Permintaan maaf utamanya adalah bagi si peminta maaf bukan bagi yang dimintai maaf. Permintaan maaf adalah untuk kebaikan si peminta, bukan yang dimintakan maafnya.
 
Dalam pemahaman saya, permintaan maaf sebenarnya tidak berarti apa-apa bagi yang dimintai maaf, entah itu tulus atau tidak, terbuka atau tidak karena penentunya adalah diri kita sendiri selaku yang dimintai maaf.
 
Kalau permintaan maaf tidak tulus maka yang rugi/dirugikan bukanlah yang dimintai maaf tapi si peminta maaf itu sendiri.
 
Memaafkan, memberikan maaf..
 
Maaf bisa diberikan tanpa perlu menunggu permintaan maaf.
 
Pemberian maaf utamanya bukanlah buat si peminta tapi buat diri kita sendiri.
 
Kalau kita mau memaafkan maka tanpa dimintai maaf oleh yang menyakiti hati kita pun maaf bisa diberikan kepada yang menyakiti, tidak mesti menunggu, tidak mesti berupa reaksi.
 
Kalau mau direnungkan lebih jauh, sebenarnya yang menyakiti hati kita adalah diri kita sendiri, bukan orang lain.
 
Kepemilikan kita, kemelekatan kita pada sesuatulah yang akan menyakiti diri kita sendiri.
 
Orang mengangkat jari tengahnya kepada kita sebagai simbol "f**ck. Kita marah pada orang itu, kita sakit hati pada orang itu. Apakah sakit hati kita disebabkan oleh orang itu ? bukankah persepsi kita, pemahaman kita atas simbolisasi jari tengah yang membuat kita sakit hati ?
 
Orang lain mencueki kita, tidak ngganggep kita, dan atas hal itu kita sakit hati, bukankah diri kita sendiri yang membuat ke-sakit-hatian tersebut ?
 
Pabrik menyakiti hati vincent ? mana bisa ! wong hati itu milik vincent kok, vincent bisa tentukan sendiri dong mau sakit atau enggak. Sama aja kayak pikiran. Biarpun orang bilang jangan dipikirin, mana bisa orang lain ngatur2, terserah kita khan mo mikir apa ? :-)
 
Perihal KTP dan identitas real...
 
Lihat bagian atas.
 
Perihal kehilangan teman, kehilangan pacar, kehilangan mata pencaharian..
 
Kalau soal Dekon, selama orang lain bisa merasakan manfaat dari dekon maka tak seorang pun bahkan haute atau pabrik bisa menghalanginya/menghentikannya. Sama aja kayak jualan bubur kacang ijo, orang butuh dan merasakan manfaatnya, orang pasti cari.
Kalaupun ada suara-suara miring tentang dekon, ya tinggal dijelaskan aja. beres.
 
Kalau soal kehilangan pacar... mungkin memang pacarnya itu yang udah nggak mau lagi. Habis mo gimana ? cinta khan nggak bisa dipaksa-paksa. Kalaupun dia hilang gara-gara dipanas-panasin sama si pabrik dan kelompoknya, bukankah hal ini bagus ? bagus untuk tahu seberapa cintanya dia padamu. Untung deh putusnya waktu pacaran, belon sempat merit, coba kalo udah merit... fffiuuhh, tunjangan perceraiannya, harta gono-gini, dan hak asuh anak dllnya pasti bikin pusing.
 
Kalau soal kehilangan teman, mana bisa teman menghilang wong kita bisa bikin lagi yang baru kok :-). 
 
Salam,
Donny KN
 


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

Beauty & Fashion

on Yahoo! Groups

Share style tips

and advice.

Yahoo! Groups HD

The official Samsung

Y! Group for HDTVs

and devices.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: