Selasa, 23 Oktober 2007

Re: [psikologi_transformatif] Re: Vigyan Bhairav Tantra


Dunia membutuhkan peran kita dan samudera penderitaan tidak bisa di atasi dengan  hanya duduk-duduk saja sambil mengatur nafas. Lalu orang akan bertanya  ...out put nya apa ?
Ada seorang Professor dari Amerika yang menceriterakan pengalaman menarik ketika memberikan ceramah mengenai konsentrasi di sebuah tempat peristirahatan yang berada di dekat pantai.
Dia melihat ada seorang peserta dari Jepang yang duduk di pojok dekat jendela nampak semenjak awal seperti sedang tidur.
Dia mengira orang itu tidak kuat menahan semilirnya angin.
Tiba-tiba datanglah angin yang lebih kuat sehingga semua kertas yang ada di meja peserta, termasuk makalah sang penceramah, berhamburan tertiup angin.
Tapi apa yang terjadi pada orang Jepang itu, dia menangkap kertasnya dan meletakkan di mejanya dan kembali melanjutkan ' tidur' nya.
Inilah buah dari meditasi, yaitu kesadaran terus menerus tanpa ada celah sedikitpun.
Dalam Zen dikatakan " Jika anda masih mencari ayat tatkala pedang lawan sudah menghampiri, maka tidak bisa lain kematian akan menjemputnya "
Kemampuan ini bukan buah dari mendengar ceramah mengenai konsentrasi, tapi pasti merupakan hasill dari latihan bertahun-tahun di bawah bimbingan seorang master yang sudah mencapainya.

Lantas bagaimana dampaknya bagi orang yang sedang bekerja ?
Syair Visuddhacara terlampir  menjelaskan sbb.

" Hidup terdiri atas momen-momen ; Momen-momen adalah milik kita !
Dapatkah anda benar-benar hidup dan mengisi setiap momen masing-masing secara mendalam ?
Dapatkah anda meninggalkan setiap momen yang telah berlalu dan lahir kembali pada setiap momen baru ?
Dapatkah anda mengisi setiap momen yang baru dengan penuh keyakinan, kegembiraan dan semangat  ? 

Dengan memandang setiap momen adalah baru, maka kita akan mampu menceburkan diri ke dalamnya dan
menjalaninya dengan sepenuhnya.
Apakah itu saat mencuci piring, minum teh, memeluk bocah kecil ;
Menatap ke dalam mata orang yang kita kasihi, menahan rasa sakit atau bahkan
ketika menghadapi kematian "

Inilah fondasi utama dari Psikologi Transpersonal dan Transformatif yang dianjurkan supaya bisa  menjadi bahasan utama dalam millis ini.

Salam,
Jusuf Sutanto



 
----- Pesan Asli ----
Dari: Bodhisatta Maitreya Buddha <metteyabuddha@yahoo.co.id>
Kepada: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
Terkirim: Sabtu, 20 Oktober, 2007 1:21:02
Topik: [psikologi_transformatif] Re: Vigyan Bhairav Tantra

Leo wrote:
Nah, kunci untuk mencapai GOD (HENING AND BEYOND,
COSMIC CONSCIOUSNESS, AWARENESS, ELING, ETC...) itu
kan cuma DISINI dan SAAT INI. Selalu disini dan saat
ini. Itu kuncinya. Gak ada masa lalu. Gak ada masa
depan. Cuma ada MASA INI. Saat ini. Detik ini. Disini.
Gak mikir apa2, gak merasa apa2, gak kuatir apa2. Cuma
BE. Just BE. Cuma ADA. Tetapi juga TIDAK ADA. So, di
saat ini, disini, antara ada DAN tidak ada. Itu COSMIC
CONSCIOUSNESS. Well, in a nutshell.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
 
 
Ajaran bahwa Tuhan = Kesadaran Alam berasal dari Hindu
Dalam pandangan buddhist, karena alam adalah karma maka dengan sendirinya alam bukan Tuhan.
 
Dharma adalah kesadaran alam, dan barangsiapa menguasai Dharma dan menerapkannya maka ia disebut Arahat. Tapi ia pun belum bebas karena masih terikat pada Dharma.
 
Keheningan bukan Tuhan, kesadaran bukan Tuhan, karena kesadaran masih satu dari 12 mata rantai samsara yang menggiring ke terbentuknya kehidupan.
 
"kunci untuk mencapai Tuhan cuma 'disini dan saat ini"? Tak.
 
Jika kesadaran ingin mencapai Tuhan sebelumnya ia harus berhenti dulu. Jika masih belum berhenti dari gerak dunia selamanya bukan Tuhan dan selamanya cuma ciptaanNya saja.
 
Berhenti itu ada 4:
1. Berhenti dari perbuatan.
2. Berhenti dari indra (semuanya 6 dihitung fisik).
3. Berhenti dari pikiran.
4. Berhenti dari Dharma (ilmu benar).
 
Berhenti dari perbuatan hasilnya: Yoga (penyatuan dengan sumber)
                                                Sumber bukan Tuhan melainkan Jhana 8.
                                                Sesudah sampai di sumber, tenang hingga
                                                lenyap semua kesadaran.
Berhenti dari indra hasilnya: Sikap Samatha/kemandirian mental, yang
                                         menggiring ke Dhyana (meditasi).
Berhenti dari pikiran hasilnya: Sikap Vipassana/keterpusa tan mental (di sini
                                           dan sekarang).
Berhenti dari Dharma hasilnya: Moksha/Pembebasan.
 
Berhasil bebas dari perbuatan, tersisa nafsu indra.
Bebas dari indra, ada pikiran.
Lepas pikiran, tinggal Dharma (tingkat arahat).
Dharma pun dilepas. Semuanya lenyap.
 
"di sini dan saat ini" cuma pemberhentian satu bagian saja, yaitu bagian pikiran. Bagaimana dengan tiga bagian yang lain?
indra, perbuatan, dan dharma. jika tiga ini belum berhenti anda masih belum bisa mencapai Tuhan karena anda masih berupa sebongkah karma (karmic body).
 
"di sini dan saat ini" cuma satu hasil latihan yang berguna untuk fokus pada apa yang dikerjakan. jadi itu cuma untuk fokus berkegiatan. bukan untuk mencapai Tuhan.
 
Sebagai contoh, orang yang seks dengan vipassana maka ia sudah mencapai "di sini dan saat ini" sehingga seksnya lebih nikmat. inikah yang anda sebut key to reach God? Seks adalah nafsu. tanpa nafsu seseorang tak mungkin melakukan seks. Seks terasa indah dengan cinta? Yang indah itu cinta itu sendiri. bukan seksnya. Justru yang ngeseks sambil berpikir tentang cinta jadi berkurang kenikmatannya karena ia bukan sedang "di sini", di seks. tapi sedang "di sana", di cinta". sesudah sesat satu, lalu menulis di milis "ternyata seks perlu dengan cinta baru terasa indah." padahal ia baru saja melewati satu malam tanpa sikap "di sini dan saat ini." 
 
 
Jadi, sekali lagi, key to reach God bukan cuma vipassana/"di sini dan saat ini" saja. tapi 4 penghentian sekaligus:
1. Yoga (syariat)
2. Vipassana (tarekat) ("disini dan saat ini")
3. Samatha (hakikat)
4. Jhana 8 (makrifat)
 
sebelum melakukan ini jangan lupa lakukan dulu manunggaling kawulo gusti (ekagatta) agar semuanya mudah dilakukan karena sudah menjadi obyek itu sendiri.
 
Setelah semua itu dilakukan barulah Anda mencapai Moksha dan mencapai Tuhan.
 
Bukan ascension ya, karena ascension itu cuma perjalanan naik tangga spiritual seperti israq mikraj.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 


MahaGuru Imam Besar Supreme Master Maitreya Jesus Sang Maha Pengasih 
Pemimpin besar masa depan
 
 
 


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers




Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Quick file sharing

Send up to 1GB of

files in an IM.

Green Y! Groups

Environment Groups

Find them here

connect with others.

Yahoo! Groups

Join a Health

& Fitness Group

or create your own.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: