Sabtu, 15 September 2007

[beasiswa] Re: [Curhat] Gagal Beasiswa ITB-Diknas

Wa'alaikum salam Wr. Wb.

Kalau menurut saya (& ada beberapa orang kenalan), Pascasarjana di
Indonesia memang orientasinya bisnis (buat dijual programnya, jarang
yang pakai beasiswa2 segala). Saya habis semua tabungan saya smp
bangkrut, smp keluar dr kerjaan segala utk fokus kelarin
Pascasarjana demi menyenangkan banyak pihak yang udah banyak bantuin
saya (padahal saya udah feeling utk cenderung milih kerjaan & tidak
selesaikan kuliah S2 krn ada masalah keuangan). Toh akhirnya, sial 2-
2nya. Kerja tetap gak ada, gelar gak dpt (krn saya jg musti cari
kerja lagi utk biaya hidup saya & keluarga sehari-hari jd gak konsen
bikin thesis).

Pas gelar gak dpt, saya smp depresi berat, down bgt. Dunia kok
serasa mau kiamat aja waktu itu. Krn kerjaan kantor udah terlanjur
saya lepas. Bodohnya saya juga sih, terlalu berani gambling, mgkn
manajemen waktunya jg kurang lancar jd pusing ngikutin waktunya
pembimbing. GAk taulah, faktor yang mana yang bener. Smp skrg saya
masih suka nangis kl inget tabungan saya amblas (bukan apa2, itu
tabungan bukan hanya uang hasil kerja tetap, tp jg kerja2 sampingan
saya yg lain. Tp kok hasilnya gak tetap memuaskan).

Apapun itu, saran saya: Ikuti feeling kamu, FOLLOW YOUR INTUITION.
Kl kamu pikir, mendingan realistis & gak kuliah Pasca dulu, ya
ikutin aja intuisi kamu itu. Tunggu aja smp dpt beasiswa atau dpt
sponsor dr keluarga... Atau cari beasiswa ke luar negeri
sekalian...Pokoknya jgn kyk saya, terlalu ngedengerin org lain pdhl
saya tau kondisi keuangan saya pribadi (pas gak lulus, smp marah
berat smp salah satu anggota keluarga saya yg ngotot utk saya
selesaikan S2 ditengah-tengah masalah keuangan saya krn beliau blg
tanggung tinggal sedikit lagi, pdhl saya udah blg ke beliau kl saya
gak bisa krn saya mau realistis saja. Benar saja, pas saya gagal
gara2 susah bagi konsentrasi & masalah keuangan, memangnya org2 itu
mau berbagi masalah & kesedihan dengan saya? Enggak juga 'kan? 'Kan
saya yang harus nanggung sendiri semuanya).Tp ya sudahlah, mgkn blm
waktunya skrg buat saya dpt gelar. Semua kegagalan pasti ada
hikmahnya. Hidup harus jalan terus dong walaupun saya harus mulai dr
nol lagi utk semuanya.

Belajar dr pengalaman saya, saya pikir sdh bener kok langkah kamu.
Kamu jangan ngoyo bgt smp mau gadaikan SK PNS ke Bank segala skrg.
Kl emang blm jlnnya skrg, ya pelan2 aja cari jalannya biar km bisa
kuliah dgn beasiswa. Pasti ntar ada jalan keluarnya yg lbh baik. OK?

Terima kasih,

Risna
--- In beasiswa@yahoogroups.com, grey berry <grey_berry@...> wrote:
>
> Assalamualaikum,
> Saya mau numpang curhat disini sehubungan dengan kegagalan saya
melanjutkan kuliah di Sekolah Pascasarjana-Studi Pembangunan ITB.
> Beberapa bulan yang lalu saya mendapat info dari seorang teman
sesama PNS tentang program beasiswa Depdiknas-Studi Pembangunan ITB
dengan tematik kepariwisataan. Kebetulan saya bekerja di Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan sebuah kabupaten di Jawa Barat jadi saya
mencoba melamar.
> Sayangnya, nilai TPA saya saat itu belum mencapai target. Saya
gagal.
> Tapi sekitar 2 bulan kemudian dari sejak saya dinyatakan gagal
(melalui surat) saya mendapat telfon dari SP-ITB , Mereka
menawarkan kesempatan kedua apabila saya masih berminat untuk
mengikuti program beasiswa Pariwisata tersebut, maka saya harus
segera mengirimkan hasil TOEFL dan TPA sesuai standard yang
ditentukan.
> Karena gak ingin menyia-nyiakan kesempatan, saya pun segera
mengikuti kedua tes tersebut, dua-duanya di ITB dan nilai saya -
Alhamdullilah- melampaui standard. Saya pun melamar kembali dan
diterima.
> Tapi justru setelah diterima saya baru tahu ada masalah dengan
beasiswanya. Ternyata beasiswanya belum turun dari Depdiknas.
> Pihak SP menjelaskan bahwa beasiswa yang diperuntukkan bagi kami
(saya dan beberapa orang lain yang dinyatakan lulus) adalah sisa
anggaran Depdiknas tahun 2006 tapi ITB sendiri tetap akan
memperjuangkan turunnya beasiswa tersebut. Kami pun dipersilakan
melakukan daftar ulang dengan dibekali pengajuan penundaan
pembayaran biaya kuliah.Siapa tahu beasiswanya turun.
> Hari Kamis, 12 September 2007 saya mendapat telefon dari SP-ITB
yang akhirnya menyatakan beasiswa tidak ada, jadi kalo mau tetap
kuliah ya harus biaya sendiri dan jumlahnya tentu tidak kecil.
> Setelah menghitung tabungan pribadi dan bantuan dana dari kanan
kiri tetap tidak mencukupi, mungkin hanya cukup untuk 2 semester,
belum termasuk biaya hidup karena saya dari luar Bandung.
> Banyak sih yang menyarankan untuk maju terus tapi saya harus
realistis daripada nanti berhutang (menggadaikan SK PNS ke bank,
misalnya) atau malah putus studi ditengah jalan karena gak mampu
bayar, lebih baik mundur saja.
> Saya kecewa dan heran juga.
> Kalo memang beasiswa-nya belum pasti ada, kenapa saya harus
dipanggil lagi? Apa pernah ada diantara anggota milis yang
mengalami hal serupa?
> Saya sih gak putus asa, Insya Allah saya akan tetap ikhtiar buat
nerusin sekolah lagi.Mudah-mudahan tahun depan bisa mendapat
kesempatan yang lebih baik dan tentu saja lancar.
> Terima kasih.
>
> Fany
>


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: