Sabtu, 15 September 2007

[psikologi_transformatif] Fwd: Bukti 17 buat Mas Adhi Re: [analisis_eksistensial] Re:

--- In analisis_eksistensial@yahoogroups.com, Ivana Budianti
<ivana.budianti@...> wrote:

Tuhhhh kan Mas Hendro....ngga cerdas sama sekali
khannn....hi...hi...hi......yg beginian nih yg bikin Van gemes ikutan
jawab

Vincent Liong
Analisis Eksistensial Di sini menjadi semboyan tidak bentuk juga tidak
berwujud. Maka dari itu saya mengajak sdr-sdr untuk mengunakan
identitas sdr-sdr kalau katanya ahli Analisis Eksistensial.

Van:
Idiiih...Mas Vincent ngerti kagak sih identitas itu apa?
Memangnya yg berbentuk dan berwujud itu kayak kompatiologi ya Mas?
Yach...ancur ilmu pengetahuan Mas kalo ilmu jadi-jadian kayak
kompatiologi mau dilawankan ama yg udah teruji kayak eksistensialisme

Vincent Liong
Apakah yang menggunakan definisi tertulis diketik Analisis
Eksistensial adalah Analisis Eksistensial, ini yang bisa
dipertanyakan.
Saya tidak mengikuti keinginan anda untuk berbicara apa yang anda
sebut Analisis Eksistensial menurut versi anda karena dalam diskusi
ini tampak jelas bahwa semua itu tergantung kata yang digunakan bukan
isi yang dibicarakan, jadi Analisis Eksistensial ini sendiri hanyalah
label untuk menamai diri anda tetapi sekedar label seperti sebuah regu
di acara quiz membuat nama kelompoknya tanpa keharusan untuk mempunyai
contain sesuai nama tsb.

Van
Tuuuuuhhhh Mas Hendro...ngehindar tuuhhh...hi..hi..hi...ketahuan kalo
ga tahu apa itu analisis eksistensial...bener Van khan? Nga ada
cerdasnya mahluk bernama Vincent Liong
Iiihhh..coba liat: "Saya tidak mengikuti keinginan anda untuk
berbicara apa yang anda
sebut Analisis Eksistensial menurut versi anda karena dalam diskusi
ini tampak jelas bahwa semua itu tergantung kata yang digunakan bukan
isi yang dibicarakan"

Gampang aja Van balik, lantas apa kita mesti mengikuti keinginan
Vincent Liong untuk berbicara analisis eksistensial versi udelnya
Vincent Liong"?

Lagian dari kemaren Van tunggu-tunggu juga ga ada tuh Mas Vincent
ngomong analisis eksistensial yang katanya Mas Vincent paham itu.

Huuuuu...malu...malu...ketahuan ga tahu...ketahuan bo'ong....yeee
udah blo'on bo'ong lagi...tambah keliatan blo'on dong

Vincent Liong:
Saya menggunakan identitas saya di posisi Kompatiologi ini pun bukan
berarti tidak akan mungkin membahas contain Analisis Eksistensial
dalam bahasa yang dibuat berbeda atau malah sengaja dinamakan
Kompatiologi karena identitas saya di sana. Bilamana Analisis
Eksistensial di sini masih hanya dibatasi seperti sebuah nama regu
dalam sebuah acara quiz yang dimana nama hanya digunakan sebagai alat
pembeda regu bukan contain maka seperti yang terjadi sekarang
pancingan-pancingan saya hanya dibalas dengan caci-makin yang sifatnya
pribadi untuk menghindari pembahasan contain apapun entah contain
Analisis Eksistensial juga entah contain Kompatiologi.

Van:
Contain itu yang mana mas? Dari kemaren-kemaren juga Mas Vincent ga
ngomong apa-apa tuh ttg analisis eksistensial.

Dibatasi? Siapa yang membatasi Mas?

Eh beda lo antara membatasi dengan tidak memahami...Mas Vincent tau
bedanya? Van liat belom tau..jadi Van jelasin deh

Gini Mas...membatasi itu terjadi jika Mas Vincent memahami analisis
eksistensial dan bisa dibuktikan, lalu kami menolak pemahaman Mas
Vincent.

Tapi kalo Mas Vincent ga mau membaca dulu seperti saran Kang Iqbal,
lalu di sini nyerocos analisis eksistensial, psikoanalisa,
behaviorisme seenak udel...itu namanya tidak memahami mas. Dan jelas
akan dipertanyakan, bukan dibatasi...sekali lagi DIPERTANYAKAN

Dipertanyakan bahwa sebenarnya Mas Vincent ini o'on tapi sok tau.


Vincent Liong
Pada akhirnya, 'ilmu' seperti yang saya tulis di tulisan "Berguru pada
Anjing, Komputer, Mobil, Manusia & Kompatiologi" hanyalah sebuah
posisi tertentu diantara banyak posisi (ilmu lain yang ada). Sebuah
ilmu ada bila memiliki posisi terhadap ilmu lain, bila tidak apa yang
disebut ilmu hanya sekedar semboyan atau nama sebuah regu dalam acara
quiz.

Van
Sebuah ilmu adalah yang teruji secara ontologi, epistemologi dan
aksiologi. Nah...bingung ya sama istilah-istilah Van? Hi...hi...hi...

Itu syarat sebuah ilmu mas, yaitu bisa dijelaskan ontologinya,
epistemologinya dan aksiologinya. Kalo ga bisa, itu bukan ilmu
mas....ini bukan membatasi mas...memang seharusnya ada kriteria untuk
menyebut sesuatu sebagai ilmu....bukan seenak udelnya Mas Vincent.

Nah, Van nanya sekarang, apa kompatiologi sudah bisa menjelaskan
ontologi, epistemologi dan aksiologinya?

Vincent Liong
Bukan nama regu yang dibela tetapi contain. Kalau hanya sampai nama
regu yang dibela maka contain tidak akan dapat dicapai.

Van
Siapa yang membela nama regu mas? Kok tiba-tiba Mas Vincent punya
khayalan regu-reguan, kuiz-kuizan?

Contain? Emang apa contain fenomenologi? Eksistensialisme? Mas
Vincent tahu? Kalo tau apa coba?

Van juga sekalian nanya nich...apa contain kompatiologi? Apa
containnya sudha tercapai? Kalo iya apa coba
buktinya....hi...hi...hi...awas looo ati-ati ngejawabnya...entar
tambah bikin malu diri sendiri looo (itu juga kalo masih punya malu)

Vincent Liong
Mengenal diri sendiri adalah dengan mengenal gesekan antara diri
sendiri dengan orang lain. Dari situ kita akan tahu siapa diri kita,
apa identitas sudutpandang kita, apa peran kita, dlsb. Pada dasarnya
ilmu apapun adalah warna dengan intenitas tertentu, suatu posisi peran
tertentu yang memiliki hubungan relasional antara satu dengan yang
lain.
Dalam kerangka ilmu Psikologi gesekan adalah hal yang selalu
dihindari, tetapi ketika telah keluar dari birokrasi masuk ke dalam
masyarakat maka gesekan akan ditemui sebagai alat bantu untuk
pembanding demi mengetahui posisi diri dan contain kita.

Van
Hi..hi...ngomong tentang gesekan diri...eh digesek beneran katanya
nyindir pribadi...hi...hi...tambah keliatan o'on dech Mas Vincent ini.

Eleh, eleh Van tidak menghindari gesekan atuh...bukannya Mas
Vincent yg menghindari gesekan tuh waktu ngacir dari milis Psikologi
Transformatif...hi...hi...kita-kita di sini juga ngegosip soal itu lo
Mas...hi..hi...

Vincent Liong
Nah, saya mau lihat anda jawabnya masih seperti sebuah regu dalam quiz
sedang meneriakkan yel-yel semangat (yang semangat dan nama regunya
tidak berhubungan dengan contain) untuk menutupi keminderan dan
menyindir pribadi lawannya. Atau pada akhirnya anda mulai membawa
contain anda.

Bicara Analisis Eksistensial tetapi bicara Posisi Eksistensi diri,
eksistensi ilmu, dlsb saja belum bisa, hehehehe... Saya tunggu
perkembangannya...

Van
Van juga he..he..he...donggggg...he.he..he..he..he...
Kan Van udah duluan nunggu pembuktian omongan Mas Vincent yang
katanya ngerti analisis eksistensial itu.

Kok ga dijawab-jawab sich mas? Minder kalo makin ketauan o'onnya ya
Mas?
Eh...o'on jangan ditutup-tutupi atuh....jujur aja lagi...soalnya kalo
o'on ditutup-tutupi malah makin parah o'onnya mas

Ini bukan nyindir lo mas...Cuma mancing2 identitas..seperti mas
Vincent juga


Peace

Van




vincentliong <vincentliong@...> wrote:
Analisis Eksistensial Di sini menjadi semboyan tidak bentuk
juga tidak
berwujud. Maka dari itu saya mengajak sdr-sdr untuk mengunakan
identitas sdr-sdr kalau katanya ahli Analisis Eksistensial.

Apakah yang menggunakan definisi tertulis diketik Analisis
Eksistensial adalah Analisis Eksistensial, ini yang bisa
dipertanyakan.

Saya tidak mengikuti keinginan anda untuk berbicara apa yang anda
sebut Analisis Eksistensial menurut versi anda karena dalam diskusi
ini tampak jelas bahwa semua itu tergantung kata yang digunakan bukan
isi yang dibicarakan, jadi Analisis Eksistensial ini sendiri hanyalah
label untuk menamai diri anda tetapi sekedar label seperti sebuah regu
di acara quiz membuat nama kelompoknya tanpa keharusan untuk mempunyai
contain sesuai nama tsb.

Saya menggunakan identitas saya di posisi Kompatiologi ini pun bukan
berarti tidak akan mungkin membahas contain Analisis Eksistensial
dalam bahasa yang dibuat berbeda atau malah sengaja dinamakan
Kompatiologi karena identitas saya di sana. Bilamana Analisis
Eksistensial di sini masih hanya dibatasi seperti sebuah nama regu
dalam sebuah acara quiz yang dimana nama hanya digunakan sebagai alat
pembeda regu bukan contain maka seperti yang terjadi sekarang
pancingan-pancingan saya hanya dibalas dengan caci-makin yang sifatnya
pribadi untuk menghindari pembahasan contain apapun entah contain
Analisis Eksistensial juga entah contain Kompatiologi.

Pada akhirnya, 'ilmu' seperti yang saya tulis di tulisan "Berguru pada
Anjing, Komputer, Mobil, Manusia & Kompatiologi" hanyalah sebuah
posisi tertentu diantara banyak posisi (ilmu lain yang ada). Sebuah
ilmu ada bila memiliki posisi terhadap ilmu lain, bila tidak apa yang
disebut ilmu hanya sekedar semboyan atau nama sebuah regu dalam acara
quiz.

Bukan nama regu yang dibela tetapi contain. Kalau hanya sampai nama
regu yang dibela maka contain tidak akan dapat dicapai.

Mengenal diri sendiri adalah dengan mengenal gesekan antara diri
sendiri dengan orang lain. Dari situ kita akan tahu siapa diri kita,
apa identitas sudutpandang kita, apa peran kita, dlsb. Pada dasarnya
ilmu apapun adalah warna dengan intenitas tertentu, suatu posisi peran
tertentu yang memiliki hubungan relasional antara satu dengan yang
lain.

Dalam kerangka ilmu Psikologi gesekan adalah hal yang selalu
dihindari, tetapi ketika telah keluar dari birokrasi masuk ke dalam
masyarakat maka gesekan akan ditemui sebagai alat bantu untuk
pembanding demi mengetahui posisi diri dan contain kita.

Nah, saya mau lihat anda jawabnya masih seperti sebuah regu dalam quiz
sedang meneriakkan yel-yel semangat (yang semangat dan nama regunya
tidak berhubungan dengan contain) untuk menutupi keminderan dan
menyindir pribadi lawannya. Atau pada akhirnya anda mulai membawa
contain anda.

Bicara Analisis Eksistensial tetapi bicara Posisi Eksistensi diri,
eksistensi ilmu, dlsb saja belum bisa, hehehehe... Saya tunggu
perkembangannya...

Ttd,
Vincent Liong

Email sebelumnya...
e-link: http://groups.yahoo.com/group/analisis_eksistensial/message/97
--- In analisis_eksistensial@yahoogroups.com, "rimata66"
<rimata66@> wrote:
>
>
> Jadi debat kusir menang-menang-an ya ?!
>
> Sekarang kalau anda sepakat milis analisis eksistensial membahas
> topik berkaitan analisis ekistensial ya sudah selesai.
> Jangan posting topik kompatiologi tapi topik analisis eksistensial,
> oke ?
>
> Kata V :
> > Anda menggunakan istilah:"sejumlah koki lagi ngobrolin cara
memasak
> > ayam. Tiba-tiba datang seorang montir dan ngajak ngobrol
bagaimana
> > membicarakan cara membetulkan karburator mobil"
>
> Sederhana, milis koki membahas koki bukan karburator
>
> > Pertanyaannya: Anda membuat jarak ini agar?
> > 1. Tidak mau berbicara karena menganggap hanya anda yang mengerti
> > analisis eksistensial dan Vincent Liong tidak akan mungkin
mengerti
> > karena tidak menjadi mahasiswa anda atau karena Vincent Liong
sudah
> > dibatasi dalam penjelasan anda hanya mengerti kompatiologi.
>
> Saya ga bikin jarak .... itu kan interpretasi anda.
> Anda mengerti tidak analisis eksistensial belum terbukti ....
> Tapi semua kesimpulan anda di no 1 itu keliru.
> Itu cuma prasangka anda
>
> > 2. Tidak mampu berbicara tentang tema anda sendiri analisis
> > eksistensial tetapi harus jaga gengsi sebagai dosen, dlsb.
>
> Memang di milis ini (sudah lihat arsip message ???) kita belum
> banyak membahas, tapi beberapa cuplikan apa yang kita bicarakan ada
> di arsip. Silakan anda lihat.
>
> Jadi apa saya bisa bicara atau tidak juga belum terbukti.
>
> Jaga gengsi ? Wahm rasanya saya bukan remaja lagi yang bergulat
> dengan tema ini .
>
> >
> > Nah, ini pertanyaan yang harus anda jawab dengan tindakan, bukan
> > dengan ngomel... di sini anda ditonton mahasiswa anda sendiri lho.
> > Kalau anda hanya ngomel lagi atau main BAN maka menunjukkan anda
> tidak
> > mampu di bidang anda sendiri.
>
> Saya mengomel ? Tidak. Saya cuma minta anda tahu menempatkan diri
> sesuai tempat anda sekarang. Tidak bicara kompartiologi di milis
> bukan kompatiologi. So simple toch ?
>
> Mem-ban anda ? Wah saya kan bukan pemilik milis ini. Don't be so
> paranoid.
>
> >
> > Anda bisa bilang saya BODO tetapi at least anda perlu menunjukkan
> > dengan tindakan bahwa anda lebih PINTER dikit. Kalau anda
> > teriak-teriak saya BODO karena hanya itu saja yang anda bisa ... ?
>
> Tidak sekata pun saya bilang anda bodoh.
> Saya yakin anda sangat cerdas sehingga paham point saya.
>
> Dan saya yakin anda sangat cerdas sehingga bisa berdiskusi soal
> analisis eksistensial.
>
>
> >
> > Mahsiswa lulus untuk menghadapi masyarakat bukan untuk teriak-
> teriak
> > sendiri di ruangan kelas yang sama. Nah buktikan eksistensi diri
> anda
> > sebagai berilmu analisis eksistensial
>
> Insya Allah.
>
> rimata
>
>
> --- In analisis_eksistensial@yahoogroups.com, "vincentliong"
> <vincentliong@> wrote:
> >
> > Yang saya pertanyakan dari kemarin adalah anda mengatakan bahwa
> > maillist ini membahas analisis eksistensial tetapi tidak satukata
> pun
> > anda mampu membahas analisis eksistensial sebagai identitas anda.
> >
> > Saya jadi mempertanyakan anda mengatakan analisis eksistensial itu
> > cuma membacakan isi buku atau anda benar benar menguasai apa yang
> > disebut 'identitas', sudutpandang sebagai pembahas analisis
> > eksistensial tsb.
> >
> > Soal choice itu, siapa saja tahu kok bukan kata-kata milik
kelompok
> > bernama produk analisis eksistensial saja (bukan ilmuan
> beridentitas
> > sudutpandang analisis eksistensial).
> >
> > Itu yang saya pancing dari kemarin. Anda boleh saja sindir saya,
> > tetapi kalau cara sindir anda hanya untuk membuat jarak agar anda
> bisa
> > menjaga agar tidak bisa diajak diskusi dan di kritik what the hell
> > apakah bidangnya kompatiologi, analisis eksistensial, dlsb. Yang
> saya
> > pertanyakan anda anda sendiri paham soal analisis eksistensial
> milik
> > anda tsb tidak...
> >
> > Anda menggunakan istilah:"sejumlah koki lagi ngobrolin cara
memasak
> > ayam. Tiba-tiba datang seorang montir dan ngajak ngobrol
bagaimana
> > membicarakan cara membetulkan karburator mobil"
> > Pertanyaannya: Anda membuat jarak ini agar?
> > 1. Tidak mau berbicara karena menganggap hanya anda yang mengerti
> > analisis eksistensial dan Vincent Liong tidak akan mungkin
mengerti
> > karena tidak menjadi mahasiswa anda atau karena Vincent Liong
sudah
> > dibatasi dalam penjelasan anda hanya mengerti kompatiologi.
> > 2. Tidak mampu berbicara tentang tema anda sendiri analisis
> > eksistensial tetapi harus jaga gengsi sebagai dosen, dlsb.
> >
> > Nah, ini pertanyaan yang harus anda jawab dengan tindakan, bukan
> > dengan ngomel... di sini anda ditonton mahasiswa anda sendiri lho.
> > Kalau anda hanya ngomel lagi atau main BAN maka menunjukkan anda
> tidak
> > mampu di bidang anda sendiri.
> >
> > Anda bisa bilang saya BODO tetapi at least anda perlu menunjukkan
> > dengan tindakan bahwa anda lebih PINTER dikit. Kalau anda
> > teriak-teriak saya BODO karena hanya itu saja yang anda bisa ... ?
> >
> > Mahsiswa lulus untuk menghadapi masyarakat bukan untuk teriak-
> teriak
> > sendiri di ruangan kelas yang sama. Nah buktikan eksistensi diri
> anda
> > sebagai berilmu analisis eksistensial.
> >
> >
> > Ttd,
> > Vincent Liong
> >
> >
> >
> > --- In analisis_eksistensial@yahoogroups.com, "rimata66"
> > <rimata66@> wrote:
> > >
> > >
> > > You don't get my point.
> > >
> > > Buat saya terserah anda mau beridentitas komaptiologi atau apa
> pun,
> > > that's your choice. (Choice adalah terma Fenomenologi
> Eksistensial).
> > > Masalahnya jangan berdiskusi kompatiologi di milis yang lagi
> > > bicarain analisis eksistensial.
> > >
> > > Ini sama aja dengan ada sejumlah koki lagi ngobrolin cara
> memasak
> > > ayam. Tiba-tiba datang seorang montir dan ngajak ngobrol
> bagaimana
> > > membicarakan cara membetulkan karburator mobil. Sing atuh
montir
> mah
> > > ngobrolnya dengan montir.
> > >
> > > Saya yakin anda sangat cerdas untuk paham maksud saya.
> > > Kalau tidak paham juga, saya prihatin aja.
> > >
> > > OKEH ?
> > >
> > > Salam sayang
> > > rimata
> > >
> > > --- In analisis_eksistensial@yahoogroups.com, "vincentliong"
> > > <vincentliong@> wrote:
> > > >
> > > > Vincent Liong answer:
> > > >
> > > > Bung Hendro Prakoso yang saya lakukan adalah memancing orang-
> orang
> > > > untuk mengeluarkan identitas diri masing-masing. Saya sendiri
> > > > kebetulan ber-identitas diri sebagai pendiri kompatiologi.
> > > >
> > > > Saya juga mengharapkan anda menggunakan identitas diri anda
> seperti
> > > > yang anda katakan: "Fenomenologi dan filsafat
> Eksistensialisme".
> > > >
> > > > Tanpa berdiskusi menggunakan identitas diri dengan membawa
> > > > sudutpandang identitas diri masing-masing (bukan sekedar
> omongan
> > > bahwa
> > > > saya orang ini atau orang itu tetapi dengan berdiskusi,
> menulis,
> > > dlsb)
> > > > dengan membawa kedalaman masing-masing identitas diri, maka
> > > > identitas-identitas diri tsb hanya sebagai label formalitas
> belaka.
> > > >
> > > > Saya bukan tidak memahami "Fenomenologi dan filsafat
> > > Eksistensialisme"
> > > > tetapi saya membawa identitas diri saya ke manapun saya pergi
> dan
> > > > mengharapkan anda menanggapi saya juga dengan membawa
> identitas
> > > diri
> > > > anda bukan mengomongkan definisi identitas diri anda saja.
> > > >
> > > > Dalam kuliah identitas diri, posisi diri pengajar dalam
> membawakan
> > > > suatu matakuliah adalah penting. Tiap ilmu memiliki peran,
> posisi,
> > > > identitas diri terhadap ilmu lain.
> > > >
> > > > Analisis Eksistensial itu sendiri apa posisinya, apa
perannya,
> apa
> > > > identitasnya, hal itu sendiri dibahas sebagai semboyan tetapi
> belum
> > > > tampak sebagai identitas diri sebab dikatakan definisinya
> tetapi
> > > tidak
> > > > di-lakoni.
> > > >
> > > > Maka itu saya mau lihat cara anda menggunakan identitas diri
> anda.
> > > > Kalau anda hanya ngomel maka anda belum mampu membawa
> identitas
> > > diri
> > > > dalam posisi sebagai pengajar suatu ilmu lalu anda sudah
> mengajar
> > > atau
> > > > mengatakan diri anda sebagai pihak yang menguasai benar
> approach
> > > tsb.
> > > >
> > > > Saya tunggu respon anda...
> > > >
> > > >
> > > > Ttd,
> > > > Vincent Liong
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > e-link:
> > > http://groups.yahoo.com/group/analisis_eksistensial/message/86
> > > > -- In analisis_eksistensial@yahoogroups.com, hendrik manix
> > > > <rimata66@> wrote:
> > > >
> > > > Bung Vincent,
> > > >
> > > > Milis ini jelas-jelas bernama Milis Analisis Eksistensial,
> suatu
> > > > approach psikologi yang berpijak dari Fenomenologi dan
filsafat
> > > > Eksistensialisme.
> > > >
> > > > Kompatiologi bukan bagiannya. Jadi anda salah tempat bicara
> > > > kompatiologi di sini. Bukan tidak boleh, tapi anda salah
> tempat.
> > > >
> > > > Yang tidak etis adalah perilaku anda Di tiap milis anda
> memaksakan
> > > > agar orang mau bicara topik Kompatiologi.
> > > >
> > > > Silakan buat milis kompatiologi, ajak orang-orang yang
tertarik
> > > > berdiskusi di sana sehingga semua orang bahagia dan gembira.
> > > >
> > > > Saya perhatikan bahwa anda memaksa orang ngomongin
> kompatiologi di
> > > > milis apa pun.
> > > >
> > > > Saya merasa terganggu dan jadi gusar.
> > > >
> > > > Hendro Prakoso
> > > >
> > >
> >
>

---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel
today!

--- End forwarded message ---

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Groups

Special K Challenge

Learn how others are

shedding the pounds.

Yoga Resources

on Yahoo! Groups

Take the stress

out of your life.

Yahoo! Groups

Beauty & Fashion

Connect & share

tips and advice.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: